Misnah Lansia Lumpuh Hidup Sebatang Kara Akhirnya Mendapatkan Perhatian Bupati Mojokerto
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra mengunjungi lansia lumpuh yang hidup sebatang kara di desa Tanjung Kenongo Pacet Mojokerto-Foto : dok. Diskominfo Kabupaten Mojokerto-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Misnah, seorang lansia asal Desa Tanjungkenongo, Pacet, Mojokerto, menderita kelumpuhan /paralisis, akhirnya mendapatkan perhatian pemerintah daerah. Hal ini setelah Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menjenguknya, Rabu, 25 Februari 2026.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang viral melalui media sosial TikTok dan Instagram.
Misnah diketahui menderita paralisis yang melewati kesehariannya sebatang kara, karena ia tak lagi memiliki keluarga. Melalui giat besukan itu pula, ia mengetahui bahwa selama sakit, Misnah dirawat oleh para tetangganya beserta pemerintah Desa Tanjungkenongo.
"Beliau ini dirawat oleh tetangga-tetangganya, oleh masyarakat desa dan pemerintah desa, pengecekan kesehatan juga terus dilakukan aktif," katanya, dalam keterangan tertulis diterima, Rabu, 25 Februari 2026.

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra disambut warga sekitar rumah lansia Misnah-Foto : dok. Diskominfo Kabupaten Mojokerto-
Lebih lanjut, pada giat yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Tri Raharjo itu, dapat diketahui pula bahwa Misnah mendapatkan beberapa bantuan sosial dari pemerintah, baik itu dari Pemkab Mojokerto maupun dari program Kementerian.
Dari hasil pendataan, Misnah tercatat sebagai penerima bansos dengan kategori desil 1, sehingga berhak atas Program Keluarga Harapan (PKH), program sembako, dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
"Beliau masuk desil 1, sehingga menerima PKH, program sembako, dan juga KIS," jelasnya.
BACA JUGA:Memasuki Hari Ke-7 Ramadan: Antara Menjaga Ritme Ibadah dan Fenomena 'War Takjil'
BACA JUGA:Cegah Curanmor Selama Ramadan, Sejumlah Tempat Keramaian di Pacet Mojokerto Dipasang Banner Imbauan
Ia sempat mengimbau agar Misnah dirujuk ke fasilitas kesehatan milik Pemkab Mojokerto. Namun, para warga dan tetangga yang selama ini merawat memilih untuk tetap merawatnya di kediaman sederhana tersebut.
"Ketika kami tawarkan untuk dibawa ke UPT kami (Puskesmas & RSUD), masyarakat menginginkan tetap berada di sini dan dirawat oleh masyarakat sekitar, juga oleh pemerintah desa," tandasnya.
Sumber:




