Duta Keperawatan Unej Kampus Kota Pasuruan Soroti Isu Kesehatan Mental

Duta Keperawatan Unej Kampus Kota Pasuruan Soroti Isu Kesehatan Mental

io menggagas inovasi berupa ruang konseling kesehatan mental berbasis teman sebaya.-Foto : Humas Universitas Jember-

Jember, diswaymojokerto.id - Kesehatan mental menjadi isu krusial di lingkungan kampus, tak terkecuali bagi mahasiswa keperawatan yang dipersiapkan langsung terjun ke dunia kerja. 

Memahami beban berat tersebut, Duta Keperawatan Universitas Jember (Unej) Kampus Kota Pasuruan, Tio Yahya, menghadirkan inovasi berupa wadah berbagi keluh kesah berbasis teman sebaya.

Langkah ini diambil Tio untuk mematahkan stigma dan memberikan ruang aman bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun personal tanpa rasa takut dihakimi.

Tio menegaskan pentingnya peran duta kampus sebagai sosok panutan mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik. Ia aktif mengambil peran sebagai figur panutan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir secara nyata dalam mendukung kegiatan mahasiswa keperawatan.

Menurutnya, menjadi Duta Keperawatan Unej Kampus Kota Pasuruan bukan hanya sekadar gelar semata, melainkan sebagai sosok yang mengemban amanah serta tanggung jawab untuk mampu mendorong mahasiswa agar lebih berani berproses, aktif berprestasi, serta mengembangkan potensi diri di berbagai bidang.


Tio Yahya, Duta Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan-Foto : Humas Universitas Jember-

"Duta kampus itu harus bisa menjadi contoh dan panutan, supaya teman-teman termotivasi untuk ikut aktif di berbagai sektor, baik akademik maupun nonakademik,” ujarnya.

Tio menyoroti kesehatan mental sebagai salah satu isu paling krusial yang banyak dihadapi mahasiswa, khususnya dalam konteks generasi Z. Padatnya beban akademik di Fakultas Keperawatan, ditambah tuntutan praktik lapangan karena program D3 Keperawatan dipersiapkan untuk siap kerja setelah lulus, dinilai berpotensi memengaruhi kondisi mental mahasiswa.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Tio menggagas inovasi berupa ruang konseling kesehatan mental berbasis teman sebaya. Program ini dirancang sebagai wadah aman bagi mahasiswa untuk berbagi cerita, keluh kesah, dan tekanan tanpa rasa takut dihakimi. 


Tio Yahya ketika menjadi pembicara pada kegiatan Expo di Unej Kampus Kota Pasuruan-Foto : Humas Universitas Jember-

“Aku ingin jadi teman sharing. Jadi konsultasi itu tidak harus selalu ke dosen pembimbing akademik, tapi bisa juga ke aku sebagai teman sebaya supaya lebih santai, terbuka, dan relate,” jelasnya. 

Melalui ruang konseling ini, Tio berharap ikatan persaudaraan antar mahasiswa semakin hangat dan kuat tanpa sekat.

“Aku bersyukur karena teman-teman angkatan sangat mendukung program ini, terutama adik tingkat. Menurut mereka, berbagi kesulitan dan pengalaman dengan kakak tingkat itu lebih terasa karena status yang sama-sama mahasiswa dan lebih memahami kondisi di lapangan,” tambahnya.

BACA JUGA:Safari Ramadan di GPI Wates, Wali Kota Mojokerto Ingatkan Waspada Bencana Akibat Curah Hujan Tinggi

Sumber: