Mahasiswa Unej Borong Medali di ISS dan ISC Malaysia, Inilah Pesan Para Juara !
Bronze medal ISS 2026 Malaysia, para mahasiswa juara pun berikan pesan khusus -Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-
Jember, Diswaymojokerto.id - Keberhasilan mahasiswa Universitas Jember di ajang International Student Competition dan International Student Summit 2026 di Malaysia tidak lepas dari keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam berproses. Kirana Carissa Maulidina Azizah, dari Fakultas Kedokteran Gigi, menegaskan, kesiapan tidak datang begitu saja, melainkan dibentuk selama proses.
‘’Kompetisi internasional bukan hanya tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang berani membawa nama diri sendiri dan Universitas Jember ke panggung yang lebih luas. Rasa takut dan tidak percaya diri itu wajar,’’ katanya, Senin, 2 Maret 20256..
Dia menambahkan, kalau kita menunggu merasa sempurna, mungkin kita tidak akan pernah mulai. ‘’Jadi, beranilah mencoba. Prestasi bukan hanya soal medali, tetapi tentang proses bertumbuh yang kita lalui,” tegasnya.

Silver medal ISS 2026 di Malaysia -Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-
Senada dengan itu, Titis Atika, dari Fakultas Farmasi, berpesan agar mahasiswa tidak takut menghadapi tantangan kompetisi internasional. ‘’Jangan menunggu merasa siap sempurna. Justru proses mengikuti kompetisi itulah yang membentuk kesiapan kita. Pilih isu yang benar-benar kamu pahami, perbanyak latihan presentasi, dan bangun komunikasi tim yang sehat,” jelasnya.
BACA JUGA:BMKG Perkirakan Cuaca di Jatim Berawan Tebal hingga Hujan Disertai Petir
BACA JUGA:Selama 2025, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Mojokerto Sebesar 5,29 Persen
Di lain sisi, Hasyisy Ahmad, dari FISIP, yang memimpin tim kolaborasi lintas universitas, menekankan pentingnya keberanian menawarkan ide yang berbeda. ‘’Jangan pedulikan apapun perkataan orang lain, gunakan kacamata kuda agar kamu tetap kuat.’’ sahutnya.
Di menekankan, buatlah gagasan yang anti-mainstream namun tetap solutif. ‘’Jangan ragu meminta dosen untuk mereview naskahmu, dan sejak LoA diterima, segera urus pendanaan bersama universitas karena proses administrasi membutuhkan energi dan waktu yang tidak sedikit,” tandasnya.
Inilah Rangkuman Inovasi Pemenang Medali :
1. BioPad (FKG - Bronze Medal ISS) : Kirana Carissa dan tim menciptakan bantalan antidekubitus berbahan biomaterial hibrida (bacterial cellulose dan ampas tebu). Inovasi ini menjadi solusi preventif bagi pasien disabilitas dengan mobilitas rendah melalui pendekatan waste-to-resource.
2. ETHOS (FF - Silver Medal ISS) : Dipimpin Titis Atika, tim merancang platform digital berbasis AI untuk pengawasan hak asasi manusia dalam layanan kesehatan. ETHOS berfungsi sebagai sistem pelaporan anonim yang mampu mengubah pengalaman pasien menjadi data terukur untuk reformasi kebijakan.
BACA JUGA:3 Masjid Menawan di Pacet dan Trawas yang terletak di Lereng Gunung Cocok untuk Itikaf
BACA JUGA:OTWE Ngopi Meri Magersari, Tempat Nongkrong Modern dengan Harga Ramah di Kota Mojokerto
3. JOSGIS (FTP - Bronze Medal ISC) : Hurin Nabilah dan tim mengembangkan sistem informasi geografis berbasis data geospasial untuk petani jeruk Semboro. Inovasi ini memungkinkan pemantauan kesehatan tanaman secara real-time guna mendukung pertanian berkelanjutan.
4. CRIK (FTP - Bronze Medal ISC) : Maulida Latifa dan tim menawarkan protein bar berbahan dasar jangkrik. Produk ini hadir sebagai alternatif pangan masa depan yang tinggi nutrisi namun memiliki jejak karbon yang jauh lebih rendah dibanding protein hewani konvensional.
5. Legal Mate (FISIP - Silver Medal ISS) : Hasyisy Ahmad dan tim merancang aplikasi asisten hukum berbasis AI. Platform ini bertujuan mendemokrasikan akses keadilan dengan menyediakan konsultasi hukum dasar yang instan dan mudah dipahami masyarakat awam.
Berbagai pesan tersebut menunjukkan bahwa kunci mengikuti lomba internasional seperti ISC dan ISS yang digelar pada 14–15 Februari 2026 itu bukan semata soal kemampuan akademik. Tetapi keberanian, ketahanan mental, kekuatan tim, serta persiapan yang matang.
BACA JUGA:Unik! Rantangan Ning Ita, Cara Wali Kota Mojokerto Buka Puasa Bersama Warga
BACA JUGA:Rumah Pegadaian Dlanggu di Mojokerto, Saksi Bisu Sejarah Gadai Era Kolonial
Prestasi yang diraih bukan hanya tentang medali, melainkan tentang proses belajar, bertumbuh, dan kebanggaan membawa nama Universitas Jember ke panggung internasional.
Sumber:

