Budaya RT Berseri Bukan Lomba, tetapi Gerakan Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Budaya RT Berseri Bukan Lomba, tetapi Gerakan Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Sosialisasi Budaya RT Berseri di Pendopo Kelurahan Surodinawan yang diikuti kader motivator kesehatan dan warga setempat, Kamis (5/3/2026). -Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Program Budaya RT Berseri yang dijalankan Pemerintah Kota Mojokerto bukanlah lomba antar-RT, melainkan gerakan untuk membangun kebiasaan hidup bersih, sehat, dan tertata di lingkungan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto saat sosialisasi Budaya RT Berseri di Pendopo Kelurahan Surodinawan yang diikuti kader motivator kesehatan dan warga setempat, Kamis 5 Maret 2026

“Ini bukan lomba, jadi jangan disebut lomba. Budaya RT Berseri adalah gerakan untuk mengubah perilaku masyarakat agar menjadi budaya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” kata Ning Ita.

Ia menjelaskan, program tersebut telah diluncurkan sejak 2025 sebagai tahap awal. Pada 2026, pelaksanaannya akan diperkuat dengan tiga kali penilaian dalam satu tahun untuk memantau perubahan perilaku masyarakat secara bertahap.

Menurutnya, evaluasi pelaksanaan sebelumnya menunjukkan masih ada RT yang belum ikut berpartisipasi karena keterbatasan waktu serta kurangnya pendampingan administratif.


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberi penjelasan tentang budaya RT Berseri-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-

Karena itu, ia meminta pihak kelurahan bersama kecamatan dan organisasi perangkat daerah terkait untuk aktif mendampingi RT agar seluruh wilayah dapat terlibat.

“Kelurahan harus mendampingi RT, bersinergi dengan dinas kesehatan dan kecamatan agar semua RT bisa ikut,” tuturnya.

Selain itu, indikator penilaian juga diperkuat, terutama terkait kerja bakti rutin dan pengelolaan sampah. Langkah ini sejalan dengan program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:Cek Narkoba, Anggota Polres Mojokerto Kota Jalani Tes Urine dan Pemeriksaan Senpi

BACA JUGA: 1.077 Lansia Kurang Mampu dan 193 Anak Yatim Non Panti Peroleh Bantuan Uang Tunai dari Pemkot Mojokerto

Ning Ita juga menyoroti persoalan sampah, ia meminta bank sampah di tingkat RT kembali diaktifkan serta masyarakat mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga.

“Bank sampah harus benar-benar aktif. Jangan hanya ada di data, tetapi tidak berjalan di lapangan,” katanya.

Untuk mendorong partisipasi masyarakat, Pemkot Mojokerto menyiapkan penghargaan bagi RT yang dinilai berhasil menerapkan program tersebut. Penilaian dilakukan tiga kali dalam setahun dengan nilai penghargaan yang meningkat di setiap tahap.

Sumber: