Ramadan di Lapas Mojokerto, Warga Binaan Ikuti Pesantren Kilat

Ramadan di Lapas Mojokerto, Warga Binaan Ikuti Pesantren Kilat

WBP Lapas Mojokerto saat mengikuti pesantren kilat. -Foto : dok. Lapas Kelas IIB Mojokerto-

Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar pesantren kilat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari pembinaan kerohanian di bulan suci Ramadan 1447 H. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At - Taubah, Lapas Mojokerto pada Sabtu, 14 Maret 2026. 

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan mengatakan, pesantren kilat ini menjadi salah satu sarana pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan

"Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak untuk memperdalam pemahaman agama serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam menjalani kehidupan sehari-hari," ujarnya. 

Menurutnya, kegiatan pesantren kilat ini sagat penting bagi warga binaan, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai spiritual selama bulan Ramadan. 


Ramadan di Lapas Mojokerto, Warga Binaan Ikuti Pesantren Kilat-Foto : dok. Lapas Kelas IIB Mojokerto-

“Kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ucapnya. 

Selama mengikuti pesantren kilat, WBP mendapatkan materi keagamaan menekankan bahwa kebahagiaan dalam hidup tidak selalu diukur dari harta maupun tahta. Kebahagiaan sejati justru hadir dari hati yang bersyukur, ketenangan batin, serta kedekatan seseorang dengan Tuhan.

Selain itu, warga binaan juga diberikan pembinaan membaca dan menghafal doa-doa sehari-hari yang dapat diamalkan dalam kehidupan. 

BACA JUGA:Sekda Kabupaten Mojokerto : Pemkab Konsultasi Pemindahan Ibukota Kabupaten ke KPK

BACA JUGA:Pantau Pos Pengamanan Lebaran Tim Gabungan BPBD Waspadai Kawasan Rawan Bencana dan Macet

"Materi ini bertujuan agar warga binaan terbiasa memulai setiap aktivitas dengan doa serta menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai pedoman dalam kehidupan," ungkapnya. 

Melalui kegiatan pesantren kilat ini diharapkan warga binaan dapat memaknai bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menanamkan nilai kehidupan sederhana yang membawa ketenangan dan kebahagiaan sejati.

 

Sumber: