Manfaatkan Air Asam Tambang sebagai Penyimpan Panas, Mahasiswa Unej Juara 1st Runner Up ISMC XV
Mahasiswa Unej Juara 1 st Runner Up Indonesian Students Mining Competition (ISMC) XV di Institut Teknologi Bandung-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-
Jember, Diswaymojokerto.id - Keprihatinan terhadap efisiensi panel surya yang saat ini masih tergolong rendah, yakni hanya berkisar antara 18 hingga 25 persen, membuat 3 mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Jember (Unej), menciptakan kreasi unggul. Hasilnya, mereka berhasil mendapat juara 1st Runner Up dalam ajang Indonesian Students Mining Competition (ISMC) XV di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Ke 3 mahasiswa Unej itu, Ostwald Padang, Mario Zaky Ramadhan, dan Gaizka Rabbani Riady. Mereka berhasil menciptakan terobosan yang mengintegrasikan prinsip good mining practice dan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
‘’Kami mengikuti lomba ISMC XV di ITB yang diselenggarakan dua tahun sekali. Cabang yang kami ikuti adalah paper contest, di mana tema utamanya terkait lingkungan dan K3 pertambangan,’’ ungkap Ostwald, Selasa, 17 Maret 2026.

Manfaatkan Air Asam Tambang sebagai Penyimpan Panas, Mahasiswa Unej Juara 1st Runner Up ISMC XV-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-
Dari situlah mereka kemudian meneliti lebih jauh mengenai tantangan besar sektor pertambangan masa depan. ‘’Tantangan besar sector pertambangan adalah rendahnya efisiensi energi terbarukan dan beban lingkungan akibat limbah,’’ tambahnya.
BACA JUGA:Taman Bahari Majapahit dan Sekarsari, Destinasi yang Jadi Magnet Wisatawan Kunjungi Kota Mojokerto
BACA JUGA:Oknum Mengaku Wartawan di Mojokerto Diduga Peras Pengacara Terancam 9 Tahun Penjara
Dan, di tengah urgensi global untuk mencari solusi Thermal Energy Storage (TES) yang efektif itulah mereka riset secara mendalam. Fokus utamanya adalah mengatasi kelemahan energi surya melalui sistem penyimpanan panas yang stabil
Mereka menyusun sebuah paper mengenai media penyimpanan panas yang memanfaatkan Air Asam Tambang (AAT). Inovasi yang diberi nama TERAS-MINE ini bekerja dengan mengintegrasikan konsep water energy nexus melalui pendekatan circular economy.
Sistem ini mengubah Air Asam Tambang (AAT) yang semula dianggap sebagai liabilitas lingkungan menjadi sumber daya bernilai tinggi. Proses dimulai dengan metode pre-treatment menggunakan MgO-CaO untuk mendapatkan sedimen yang murni dan kaya akan silika, besi, serta alumina.

Inovasi TERAS-MINE bawa 3 mahasiswa Unej juara 1st runner up-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-
Ostwald menyebutkan, sedimen ini terbukti memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan stabilitas ekstrem pada suhu tinggi, menjadikannya material TES (Thermal Energy Storage) yang unggul. ‘’Secara operasional, sedimen tersebut menyimpan energi panas matahari yang kemudian memanaskan air hingga menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin,’’ tauturnya.
BACA JUGA:BPBD Jatim Siapkan Modifikasi Cuaca Saat Arus Mudik Lebaran
BACA JUGA:BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Berbeda dari Tahun Sebelumnya, Cuaca di Indonesia Alami Perubahan
Hasilnya, dia berhasil mendapatkan dua output sekaligus: air bersih dan energi bersih (double energy). Menurut dia, keunggulan sistem ini tidak hanya terletak pada kemampuannya menghasilkan suhu hingga 358,74°C dan meningkatkan efisiensi daya listrik, tetapi juga pada performa remediasinya.
Inovasi TERAS-MINE ini menunjukkan hasil yang luar biasa dalam memperbaiki kualitas lingkungan dengan meningkatkan pH air dari kondisi sangat asam menjadi netral. ‘’Juga menurunkan kandungan Fe, Al, dan sulfat secara signifikan,’’ tambahnya.
Dia menuturkan, inovasi ini merevolusi paradigma pengelolaan limbah menjadi solusi energi berkelanjutan yang aplikatif dan adaptif terhadap perubahan iklim. ‘’Inilah yang mengantar kami dalam ajang Indonesian Students Mining Competition (ISMC) XV di Institut Teknologi Bandung,’’ paparnya.
Prestasi yang diraih pada 15 Februari 2026 sebagai 1st Runner-Up dengan TERAS-MINE melalui persaingan sengit dengan mahasiswa teknik pertambangan dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik dari Indonesia maupun Australia. Menghadapi kompetitor dari universitas kelas dunia sempat memicu rasa rendah diri bagi tim.
BACA JUGA:PDIP Kota Mojokerto Larang Kader Kelola SPPG Program MBG
BACA JUGA:Wali Kota Apresiasi Kekompakan Warga, Rapor Kinerja dari Pusat Meningkat
‘’Sebelumnya sempat nervous juga sih. Bayangkan, tim lawan dari ITB, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) dan kampus internasional (Australia). Namun, dengan persiapan yang cukup matang, kami mampu menguasai topik dan tampil dengan baik,’’ ungkapnya.
Tantangan terbesar yang mereka hadapi justru datang dari faktor internal, yakni perjuangan menjaga konsistensi, ketelitian, dan penguatan literasi riset. Namun, kerja keras tersebut terbayar dengan pengakuan internasional atas inovasi mereka yang berkontribusi nyata pada pencapaian SDGs dan masa depan industri pertambangan rendah karbon.
Sebagai pesan motivasi bagi mahasiswa lain, Ostwald menekankan pentingnya daya tahan dalam berproses, “Jangan pernah ragu dan menyerah. Tetap melangkah dan nikmati segala proses yang dilewati,” pungkasnya.
Sumber:








