tjiwi kimia ucapan idul fitri 1447 h
enero ucapan idul fitri 1447 h

Jalin Silaturahmi dan Rayakan Idulfitri Bersama Warga, Pemkab Jember Gelar Kupatan

Jalin Silaturahmi dan Rayakan Idulfitri Bersama Warga, Pemkab Jember Gelar Kupatan

Pemkab Jember rayakan Idulfitri dengan menggelar Kupatan bersama warga-Foto : Kominfo Kabupaten Jember-

Jember, diswaymojokerto.id - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar kegiatan kupatan bersama masyarakat di Pendopo Wahyawibawagraha,  pada Rabu 25 Maret 2026 sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan ini dipimpin langsung  Bupati Jember, Gus Fawait, dengan menegaskan pentingnya menjaga tradisi sekaligus memperkuat nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat.

Bupati mengungkapkan, pelaksanaan kupatan tahun ini menjadi pilihan utama pemerintah daerah dalam merayakan Idul Fitri, seiring dengan tidak diselenggarakannya kegiatan open house. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan pemerintah pusat.

“Kami tidak mengadakan open house tahun ini karena mengikuti anjuran dari pemerintah pusat. Namun hal ini tidak mengurangi makna Idul Fitri, justru kita kuatkan melalui tradisi kupatan yang lebih membumi dan penuh makna,” ujarnya.

BACA JUGA:BPBD Jember Perketat Pengamanan Pesisir Selatan di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

BACA JUGA:Dompet Seret Habis Lebaran, Jangan Panik! Ini Tips Biar Nggak Tekor

Ia menegaskan, ibadah puasa Ramadan yang telah dijalani selama 30 hari merupakan sarana penyucian diri dari dosa kepada Allah SWT. Namun demikian, hubungan antarsesama manusia harus disempurnakan melalui saling memaafkan, yang menjadi inti dari tradisi kupatan dan silaturahmi.

“Puasa Ramadan menghapus dosa kepada Allah, tetapi dosa kepada sesama hanya bisa diselesaikan dengan saling memaafkan. Tradisi kupatan inilah yang menjadi ruang untuk itu,” jelasnya.

Gus Fawait menyoroti  tradisi kupatan merupakan warisan ulama Nusantara yang memiliki nilai luhur dalam membangun harmoni sosial. Tradisi seperti halal bihalal, silaturahmi, hingga budaya “ngelencer” menjadi kekayaan khas Indonesia yang tidak banyak ditemukan di negara lain.

Menurutnya, menjaga tradisi tersebut bukan hanya soal budaya, tetapi juga bagian dari upaya mempererat persaudaraan dan merawat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

BACA JUGA:Pemkab Jember Siapkan Skema WFH Antisipatif Efisiensi Energi Nasional

BACA JUGA:PMI Mojokerto Tangani 23 Kasus di Pos Siaga Mudik Lebaran 2026

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Idul Fitri sebagai waktu terbaik untuk saling mendoakan. Ia berharap doa-doa yang dipanjatkan dalam kondisi hati yang bersih dapat membawa kebaikan bagi bangsa dan daerah.

Kegiatan kupatan ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi dan leluhur. Melalui kebersamaan dan doa yang dipanjatkan, masyarakat diajak untuk mengenang serta mendoakan para pendahulu agar mendapatkan ampunan dan keberkahan.

Sumber: