tjiwi kimia ucapan idul fitri 1447 h
enero ucapan idul fitri 1447 h

Rayakan Lebaran Ketupat Kawasan Watu Ulo Jember Dipadati Pegon

Rayakan Lebaran Ketupat Kawasan Watu Ulo Jember Dipadati Pegon

Lestarikan Tradisi Turun Temurun Puluhan Pegon Hiasi Pantai Watu Ulo di Lebaran Ketupat-Foto : Kominfo Kabupaten Jember-

Jember, diswaymojokerto.id - Kemeriahan Lebaran Ketupat di Kabupaten Jember kembali diwarnai dengan arak-arakan kendaraan tradisional pegon yang memadati kawasan wisata Pantai Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, pada Sabtu 28 Maret 2026

Tradisi tahunan ini bukan sekadar perayaan, melainkan simbol kebanggaan dan kekayaan budaya masyarakat Kecamatan Ambulu dan sekitarnya yang terus dijaga eksistensinya.

​Plt. Camat Ambulu, Fahrul Asrori, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan ikon kebanggaan bagi warga Sumberejo, Ambulu, hingga Kabupaten Jember secara luas. 

Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi yang apik antara paguyuban pegon dengan Pemerintah Kabupaten Jember.

​"Alhamdulillah, arak-arakan pegon ini adalah kebanggaan masyarakat. Ini menjadi ikon Kecamatan Ambulu, khususnya Desa Sumberejo, dalam melestarikan kegiatan tahunan yang biasa diselenggarakan tepat di hari ketujuh bulan Syawal," ujar Fahrul Asrori saat memantau lokasi.

BACA JUGA:Pemkab Mojokerto Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

BACA JUGA:Gerakan 'Bike to Work' Setiap Hari Jumat Disambut Positif ASN Pemkot Mojokerto

​Meskipun zaman telah modern, pegon masih memiliki tempat di hati masyarakat. Fahrul menjelaskan bahwa dalam keseharian, pegon tetap difungsikan oleh para petani sebagai alat transportasi untuk mengangkut pupuk, hasil panen, hingga material bangunan.

​Namun, di hari spesial seperti Lebaran Ketupat, pegon beralih fungsi menjadi kendaraan hias yang membawa rombongan keluarga untuk bersilaturahmi dan berwisata. Momentum ini menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga di wilayah Ambulu dan sekitarnya.

​Langkah serius diambil pemerintah untuk melindungi tradisi ini. Fahrul menyampaikan bahwa saat ini pegon tengah dalam proses pengajuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Kementerian Kebudayaan. Hal ini dilakukan agar keaslian dan sejarah pegon di Jember mendapatkan pengakuan resmi secara nasional.

​"Ini adalah tradisi tahunan yang terus kita dorong. Tujuannya, tentu untuk menarik minat wisatawan, baik lokal maupun dari luar Jember," tambahnya.​

BACA JUGA:Unair Surabaya Jalin Kerja Sama Pertukaran Akademik, Riset dan Inovasi dengan CUPL

BACA JUGA:Kisah Unik Menikmati Semangkuk Bakso di Lautan Pasir Bromo

Tahun ini, jumlah peserta mencapai puluhan pegon yang datang dari berbagai pelosok desa di Ambulu maupun kecamatan tetangga seperti Wuluhan dan Jenggawah. Fahrul mencatat adanya lonjakan pengunjung yang sangat signifikan di Pantai Watulo.

Sumber: