Dari Hipertensi ke Hidup Lebih Terkendali, Kisah Warti Menemukan Semangat Baru Lewat Prolanis
Sejumlah warga tampak mengikuti senam bersama dengan gerakan sederhana, ini adalah bagian dari prolanis sebuah program dari BPJS Kesehatan-Foto : Humas BPJS Kesehatan-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Pagi itu, suasana halaman puskesmas di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, terasa lebih hidup dari biasanya. Sejumlah warga tampak mengikuti senam bersama dengan gerakan sederhana. Di antara mereka, Warti terlihat begitu bersemangat. Sesekali ia tersenyum, menikmati setiap gerakan yang dilakukan.
Bagi Warti, momen seperti ini bukan sekadar aktivitas rutin. Ini adalah bagian dari perjalanan panjangnya dalam mengelola penyakit kronis yang ia derita. Dua tahun lalu, kondisi itu sempat membuatnya khawatir.
Semua bermula saat ia memeriksakan diri karena hipertensi. Dari kunjungan itulah Warti pertama kali mengenal Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), sebuah program dari BPJS Kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Saya mulai ikut Prolanis sekitar dua tahun yang lalu. Waktu itu dijelaskan oleh petugas bahwa program ini membantu memantau kondisi kesehatan secara rutin dan mencegah komplikasi. Dari situ saya tertarik untuk ikut,” ujar Warti.
BACA JUGA:Angin Kencang Terjang Mojokerto, Sejumlah Pohon Tumbang Hingga Plafon Terminal Kertajaya Terdampak
BACA JUGA:Diterjang Angin Kencang, Dua Reklame Raksasa di Puri Mojokerto Roboh Saat Hujan
Awalnya, ia mengaku ragu. Menjalani pengobatan rutin dan mengubah pola hidup bukan hal mudah. Apalagi, sebelumnya ia harus menghadapi semuanya sendiri. Namun, keputusan untuk bergabung dalam Prolanis perlahan mengubah cara pandangnya.
Kini, Warti tidak lagi merasa sendirian. Ia menemukan lingkungan baru yang saling mendukung. Para peserta Prolanis yang memiliki kondisi serupa menjadi tempat berbagi cerita sekaligus saling menguatkan.
“Dulu rasanya berat harus rutin minum obat dan menjaga pola makan. Tapi setelah ikut Prolanis, saya merasa tidak sendiri. Ada teman-teman yang saling menguatkan dan mengingatkan,” katanya.
Dalam setiap pertemuan, peserta tidak hanya datang untuk berobat. Mereka juga belajar memahami tubuhnya. Petugas kesehatan rutin memberikan edukasi tentang pola makan, aktivitas fisik, hingga cara mencegah komplikasi penyakit kronis.
Bagi Warti, hal ini sangat membantu. Ia menjadi lebih disiplin, mulai dari mengatur konsumsi makanan hingga rutin berolahraga.
“Setiap bulan ada pemeriksaan dan penyuluhan, jadi saya lebih paham bagaimana menjaga kesehatan. Senam juga membuat badan lebih segar,” tuturnya.
BACA JUGA:Pos Pengamanan Polres Mojokerto di Simpang Lima Kenanten Roboh Diterjang Angin Kencang
BACA JUGA:Gus Fawait Tegaskan Pemerataan Layanan Publik, Gandeng PPP Kawal Program Bunga Desaku
Sumber:

