Dua Kali Seminggu Bertahan: Kisah Andy Menjalani Cuci Darah dengan Dukungan JKN

Dua Kali Seminggu Bertahan: Kisah Andy Menjalani Cuci Darah dengan Dukungan JKN

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan menjadi penopang utama dalam proses pengobatan-Foto : Humas BPJS Kesehatan-

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Di sebuah ruang hemodialisis, waktu seakan berjalan lebih lambat bagi Andy (41), warga Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Dua kali setiap pekan, ia harus terhubung dengan mesin cuci darah untuk mempertahankan fungsi tubuhnya setelah divonis mengalami gagal ginjal. Rutinitas ini telah dijalaninya selama kurang lebih satu tahun terakhir.

Namun di balik kondisi yang tidak mudah, Andy mengaku masih memiliki harapan. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan menjadi penopang utama dalam proses pengobatannya.

“Sejak dinyatakan gagal ginjal, saya harus menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu. Alhamdulillah semuanya ditanggung BPJS Kesehatan, jadi sangat terbantu,” ujarnya.

Hemodialisis bukanlah prosedur sederhana. Selain harus dilakukan secara rutin, biaya yang dibutuhkan pun tidak sedikit. Dalam kondisi normal tanpa jaminan kesehatan, pengobatan ini bisa menjadi beban berat bagi pasien dan keluarganya.

BACA JUGA:Jatim Genjot Transportasi Terintegrasi hingga SDM Pendidikan dalam Musrenbang 2027

BACA JUGA:Masuk Musim Pancaroba, Warga Mojokerto Diimbau Waspadai Perubahan Cuaca

Andy menyadari hal itu. Ia bahkan tak bisa membayangkan jika harus menanggung seluruh biaya pengobatan secara mandiri.

“Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, mungkin saya akan kebingungan mencari biaya. Dalam seminggu saja sudah dua kali cuci darah, bisa dibayangkan kalau harus bayar sendiri,” katanya.

Lebih dari sekadar pembiayaan, Andy juga merasakan kualitas layanan kesehatan yang ia terima. Tenaga medis di fasilitas kesehatan tempatnya berobat dinilai ramah dan profesional, membuat proses terapi yang dijalani terasa lebih nyaman.

Di tengah keterbatasan fisik, kemudahan akses layanan juga menjadi hal penting. Andy memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mengakses berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor.

BACA JUGA:Mahasiswa Fisika Unej Kaji Produksi Actinium-225, Tawarkan Harapan Baru Terapi Kanker

BACA JUGA:Kejari Kota Mojokerto Musnahkan Barang Bukti dari 63 Perkara

“Saya sering pakai Mobile JKN untuk cek data atau informasi. Jadi sekarang semuanya lebih mudah, bisa lewat HP,” jelasnya.

Bagi Andy, JKN bukan hanya soal layanan kesehatan, tetapi juga tentang kesempatan untuk tetap melanjutkan hidup dengan lebih tenang. Di tengah rutinitas pengobatan yang panjang, ia masih bisa berharap untuk menjaga kualitas hidupnya.

Sumber: