Pemkab Mojokerto Upayakan Dua Destana Dalam Tiap Tahun

Pemkab Mojokerto Upayakan Dua Destana Dalam Tiap Tahun

(BPBD) Kabupaten Mojokerto membentuk dua desa sebagai desa/kelurahan tangguh bencana (Destana) pada tahun 2026, yaitu Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, dan Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal. -Foto : dok. BPBD Kabupaten Mojokerto-

Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, mengusahakan dalam tiap tahun minimal ada dua desa tangguh bencana. 

"Setiap tahun Pemkab Mojokerto mengusahakan minimal ada dua desa tangguh bencana. Insya Allah tahun ini ada empat," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, Rabu, 29 April 2026. 

Ia menjelaskan, tahun ini kemungkinan akan ada empat desa rawan bencana lainnya yang akan dilatih untuk menjadi Destana.

Destana dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan BNPB Nomor 7 Tahun 2025 tentang Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana.

Pembentukan Destana diharapkan menjadikan desa dan sumber daya manusianya lebih mandiri, tangguh, dan memahami langkah-langkah menghadapi bencana. 


Pembentukan destana di Desa Ngembeh, Dlanggu, Mojokerto, Selasa (6/8) lalu. -(Foto : dok. BPBD Kabupaten Mojokerto).-

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Mojokerto membentuk dua desa sebagai desa/kelurahan tangguh bencana (Destana) pada tahun 2026, yaitu Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, dan Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal. 

Pembentukan ini sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, terutama banjir. Berdasarkan informasi yang dihimpun saat ini total sudah ada 27 Destana yang terbentuk di Kabupaten Mojokerto. 

BACA JUGA:Edukasi Gizi Sejak Dini, Pemkot Mojokerto Dorong Siswa Terapkan Pola Makan B2SA

BACA JUGA:BPJS Kesehatan Mojokerto Gandeng 6 Mitra Strategis, Perluas Layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Ia menambahkan, kedua desa ini merupakan wilayah yang terdampak banjir saat perayaan Hari Raya Idul Fitri akibat jebolnya tanggul Sungai Sadar di Desa Jumeneng. 

"Kemarin kami melaksanakan pelatihan, penguatan kapasitas dan informasi pada masyarakat, dengan harapan dua desa tersebut lebih tangguh lagi saat menghadapi bencana," pungkasnya.

 

 

Sumber: