Naiknya Harga BBM Dikeluhkan Buruh hingga Ojol di Mojokerto
Salah satu SPBU yang ada di Mojokerto-Foto : Fio Atmaja-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Para buruh yang bekerja di Mojokerto, mengeluh akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Rp 16.250 per liter, dari harga sebelumnya Rp 12.300.
Hal itu dirasakan oleh Fariz (36) warga Jombang yang bekerja di kawasan Ngoro Industri Mojokerto. Sebab, dalam sehari-hari Fariz pulang-pergi dari Mojokerto-Jombang.
"Kenaikan BBM ini sangat berdampak pada siklus perekonomian masyarakat kecil hingga menengah. Saya memakai Pertamax karena motor keluaran terbaru, kalau diisi Pertalite takut berdampak pada mesin, ini juga motor masih kredit," ujarnya, Jumat, 12 Juni 2026.
Senada dengan Fariz, salah satu penanggungjawab keluarga asal Mojokerto yang sehari - hari bekerja narik ojek online (Ojol), Asep, juga mengungkapkan hal yang sama.
Menurutnya, kebijakan pemerintah menaikkan BBM sangat merugikan masyarakat kecil. Terlebih para pekerja trasportasi atau yang sehari-hari di jalan, seperti dirinya dan sejumlah pekerja kurir.
"Saya menggunakan BBM jenis Pertaline dengan terpaksa lantaran untuk menekan pengeluaran," ucapnya.
Perlu diketahui, PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Rabu, 10 Juni 2026.
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Borong Dua Penghargaan Nasional dari Disway Top Regional Leader Awards 2026
BACA JUGA:Honda City Tabrak Truk Gandeng di Tol Jombang-Mojokerto, Satu Orang Tewas
Kenaikan terjadi pada dua produk, yakni Pertamax (RON 92) yang naik dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 per liter dan Pertamax Green 95 yang melonjak dari Rp12.900,00 menjadi Rp17.000,00 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan harga.
Sumber:
