Karena itu, keselamatan berkendara tidak hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan. Kondisi tubuh pengendara juga menjadi bagian penting.
Mahasiswa diingatkan untuk tidak memaksakan diri berkendara ketika mengantuk atau kelelahan. Istirahat cukup menjadi langkah sederhana yang justru sering dilupakan.
Selain itu, perlengkapan keselamatan juga harus menjadi kebiasaan. Lima perlengkapan utama yang dianjurkan dalam berkendara meliputi helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.
Kemal Nusrianto, Divisi Safety Riding Honda Pusat, Kala memberikan sambutannya.-Foto : Humas Universitas Jember-
Dekan FEB Unej, Prof. Isti Fadah, mengatakan edukasi keselamatan berkendara penting karena kendaraan menjadi bagian dari mobilitas mahasiswa sehari-hari.
“Harapannya mahasiswa bisa berkendara dengan aman dan hati-hati, sehingga zero accident,” ujarnya.
Menurut Isti, membangun budaya keselamatan tidak cukup hanya dengan aturan. Pesan keselamatan perlu disampaikan melalui ruang yang dekat dengan kehidupan mahasiswa sehingga lebih mudah diterima dan dipraktikkan.
BACA JUGA:Anniversary Ke-39, Grup Swiss-Belhotel International Gelar Aksi CSR Bersama YPKI
BACA JUGA:BPBD Jatim Kirim 30 Tandon Air untuk Perkuat Penanganan Kekeringan di Jember
Karena itu pula, mahasiswa FEB Unej tidak hanya ditempatkan sebagai penerima edukasi. Mereka didorong menjadi bagian dari kampanye keselamatan dengan mengajak teman dan lingkungan sekitar untuk lebih peduli terhadap keselamatan di jalan.
Kopi pada akhirnya tetap boleh menjadi teman. Menjadi teman mengobrol, membaca, mengerjakan tugas, atau menikmati jeda di tengah kesibukan.
Namun, ketika mata sudah berat dan tubuh meminta istirahat, secangkir kopi bukan jawaban.
Dekan FEB UNEJ, Prof. Isti Fadah, Kala membuka acara dan memberikan sambutannya-Foto : Humas Universitas Jember-
Sebab mengejar mimpi tidak harus dilakukan dengan mengalahkan tubuh sendiri. Ada kalanya, cara paling bijak untuk melanjutkan perjalanan justru dengan berhenti sejenak, mematikan mesin, meletakkan cangkir kopi, lalu tidur.
Besok, perjalanan dan mimpi itu masih bisa dilanjutkan dengan tubuh yang lebih segar dan pikiran yang lebih fokus.