BACA JUGA:Pemkab Jember Siapkan 38 Mobil Cinta Gratis untuk Warga Miskin
BACA JUGA:Bupati Mojokerto Minta Evaluasi SPPG Usai Puluhan Siswa Diduga Alami Keracunan MBG
Fenomena post-truth menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak mudah mempercayai informasi hanya karena sering muncul di media sosial atau dibagikan banyak orang.
Anak muda perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkan beberapa referensi tepercaya, serta membedakan fakta, opini, dan asumsi sebelum mengambil kesimpulan.
Kemampuan berpikir kritis ini penting, bukan hanya untuk kehidupan akademik, tetapi juga ketika mengambil keputusan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.
3. Utamakan Sikap dan Integritas, Bukan Sekadar Kepintaran
Kemampuan akademik dan keterampilan teknis memang penting. Namun, keduanya perlu diimbangi dengan sikap profesional dan integritas.
BACA JUGA:Trans Jatim Koridor II Segera Diluncurkan, Warga Malang Raya Bisa Naik Bus Rp 5 Ribu
BACA JUGA:Dalam Rangka HUT Jatim, Pemprov dan BAZNAS Bagikan 1.000 Kacamata Gratis untuk Guru TK hingga TPQ
Antonius menyoroti pentingnya karakter dalam menentukan pencapaian seseorang di dunia kerja. Ia juga menjelaskan bahwa tata kelola BCA bertumpu pada profesionalisme dan sistem meritokrasi, yaitu penilaian berdasarkan kemampuan serta prestasi.
Bagi Gen Z yang ingin membangun karier, prinsip ini dapat diterapkan dengan membiasakan diri bersikap disiplin, bertanggung jawab, jujur, menghargai orang lain, dan konsisten menyelesaikan pekerjaan.
Karakter yang baik membantu membangun kepercayaan, sedangkan kepercayaan merupakan modal penting untuk mengembangkan karier dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Dosen Jepang Terpikat Musik Patrol Jember, Kaget Dengar Kokoro no Tomo
BACA JUGA:UNEFF 2026 Masuki Hari Terakhir, Ratusan Warga Jember Antusias Nobar Film di Desa
4. Jangan Hanya Mengejar Kesuksesan Pribadi
Dalam pemaparannya, Antonius mengungkapkan bahwa angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia masih berada di kisaran 11–12 persen.