BACA JUGA:Luncurkan Mobil Hemat Energi Karya Mahasiswa, Unej Kolaborasi bersama Pemkab Jember
Menurut Gus Fawait, guru ngaji dan pengajar agama adalah pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia. “Saya lahir dan besar di lingkungan pesantren. Saya tahu betul perjuangan guru ngaji mendidik anak-anak kita tanpa pamrih. Pemerintah harus hadir untuk mereka yang membangun akhlak generasi bangsa,” ujarnya di Ajung. Ia juga berjanji untuk meningkatkan nilai insentif dan memperluas cakupan penerima di masa depan, sejalan dengan kemampuan anggaran daerah.
Penyaluran insentif guru ngaji dan guru agama di Jember-Foto : Kominfo Kabupaten Jember-
Program ini juga selaras dengan visi “Jember Baru, Jember Maju” yang menempatkan pembangunan moral dan kebhinekaan sebagai fondasi kemajuan. Sistem pencairan melalui rekening bank, memastikan transparansi dan akuntabilitas, mengurangi risiko penyelewengan dana, serta memudahkan penerima dalam memantau dana yang masuk.
Pemkab Jember berharap program ini dapat berlanjut dan diperluas ke seluruh kecamatan, dengan peningkatan nilai insentif yang lebih layak. Camat Ajung menegaskan bahwa keberhasilan di wilayahnya, dengan 214 penerima, menjadi tolok ukur bagi kecamatan lain. Sementara itu, Lurah Jumerto, Nurie Hidayati, mendorong guru ngaji untuk terus berkomunikasi dengan pemerintah guna menjaga kondusivitas dan mendukung pengembangan kegiatan keagamaan.