Tips Mencegah Judi Online di Kalangan Generasi Muda

Minggu 08-02-2026,15:42 WIB
Reporter : Habibul Latif
Editor : Elsa Fifajanti

Tingginya keterlibatan generasi muda tidak dapat dilepaskan dari karakteristik mereka yang adaptif terhadap teknologi digital, aktif di ruang daring, serta terbiasa menggunakan gawai dan internet dalam aktivitas sehari-hari. 

Kondisi ini membuat akses terhadap platform judi online menjadi sangat mudah, cepat, dan nyaris tanpa batas, sehingga risiko keterpaparan pun semakin besar.

Selain itu, laporan tersebut juga mengungkap, sekitar 82% pengguna internet di Indonesia pernah melihat iklan judi online, baik secara langsung maupun terselubung. 

Paparan iklan ini umumnya muncul di media sosial, situs web tidak resmi, aplikasi pesan instan, hingga dalam bentuk konten hiburan yang disamarkan. Intensitas iklan yang tinggi secara tidak langsung membentuk normalisasi judi online di ruang digital, khususnya di kalangan generasi muda yang masih berada pada tahap pembentukan pola pikir dan kontrol diri. 

BACA JUGA:Timnas Garuda Gagal Juara Usai Kalah Dramatis Lewat Adu Penalti dari Iran

BACA JUGA:Konsumsi Kurma Muda, Manfaatnya Antara Mitos dan Fakta

Iklan yang dikemas secara persuasif dengan narasi kemenangan mudah, bonus besar, serta testimoni palsu dapat memengaruhi persepsi pelajar dan mahasiswa bahwa judi online adalah aktivitas yang wajar dan menguntungkan. 

Situasi ini semakin memperbesar peluang keterlibatan generasi muda dalam praktik judi online, terutama ketika tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai dan pengawasan yang kuat dari lingkungan keluarga maupun institusi pendidikan.

Pada fase ini, rasa ingin tahu yang tinggi, keinginan mencoba hal baru, serta penggunaan internet secara masif menjadi faktor utama yang melatarbelakangi keterlibatan mereka dalam judi online. 

Selain itu, tekanan ekonomi, gaya hidup konsumtif, dan pengaruh lingkungan pergaulan juga turut memperbesar risiko. Judi online menyebar luas melalui internet, khususnya di media sosial, aplikasi pesan instan, dan berbagai situs web ilegal. Iklan terselubung, endorsement palsu, serta tautan tidak resmi menjadi sarana utama penyebarannya, sehingga sering kali tidak disadari oleh pengguna muda yang belum memiliki literasi digital yang memadai.

Dalam situasi ini, pencegahan menjadi langkah yang sangat diperlukan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan literasi digital dan literasi keuangan agar generasi muda mampu memahami risiko dan dampak judi online. 


Iklan promosi judol-Foto : Habib Magang-

Peran keluarga juga sangat penting, terutama dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan internet dan memberikan edukasi nilai-nilai tanggung jawab sejak dini. 

Di lingkungan akademis seperti sekolah dan kampus, edukasi mengenai bahaya judi online perlu diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran dan diskusi terbuka. 

Selain itu, generasi muda perlu diarahkan pada kegiatan positif seperti pengembangan keterampilan, kewirausahaan, serta aktivitas komunitas agar energi dan waktu mereka tersalurkan secara produktif.

Upaya mencegah judi online di kalangan generasi muda harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Kategori :