BACA JUGA:Ketika Partai NU Pecundangi PKI Dalam Pemilihan Bupati Mojokerto 1964
BACA JUGA:Mobil Mercedes Benz Tabrak Pembatas Tol di Jombang-Mojokerto, Pengemudi Luka Berat
Bukan hanya warga sekitar Pasuruan, tapi juga dari luar daerah, bahkan luar negeri. Sebuah paradoks yang menarik: kafe desa dengan jangkauan global.
Tata ruangnya sederhana. Meja kayu, kursi yang tak seragam, dan suasana yang lebih mirip ruang keluarga ketimbang kafe komersial. Di satu sudut, diskusi bisa berlangsung serius. Di sudut lain, seseorang tenggelam membaca buku. Semua berjalan alami, tanpa paksaan.
Turis pun berkunjung ke Griya Sarinah-Foto : Afthon Magang-
Griya Sarinah seolah ingin menegaskan satu hal: bahwa ruang tumbuh tidak harus lahir dari kota besar. Bahwa kesetaraan bisa dimulai dari secangkir kopi dan obrolan jujur. Dan bahwa ngopi, pada akhirnya, adalah tentang manusia bukan kelasnya.