Jember, Diswaymojokerto.id –Salah satu tantangan dalam kuliah bagi mahasiswa yang berasal dari daerah yang cukup jauh, diantaranya, harus bisa mengisi waktu ketika libur semester. Ini juga yang dilakukan Rovaley Tyantanu Ibrahim Chandra, mahasiswa FISIP Universitas Jember yang berasal dari Palembang.
Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara, FISIP Universitas Jember (UNEJ) ini memilih menunda kepulangannya ke Palembang demi sebuah investasi jangka panjang: membangun portofolio profesional di dunia kerja. Karena itu, selama libur semester gasal ini, tepatnya sejak Desember hingga Januari, Rovaley memutuskan untuk tetap menetap di Jember.
Dia mengikuti program magang mandiri di PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9. Baginya, pengalaman terjun langsung ke lapangan merupakan langkah krusial untuk mempraktikkan ilmu administrasi yang didapatnya di bangku perkuliahan.
Aktivitas belajar dan beroganisasi secara daring menjadi salah satu kiat mengisi liburan bagi mahasiswa rantau.-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-
‘’Kegiatan ini sangat berdampak bagi saya secara pribadi. Melalui magang di KAI, saya belajar mengenal dinamika dunia kerja secara nyata dan bagaimana cara beradaptasi di lingkungan profesional yang memiliki standar disiplin tinggi,’’ tuturnya.
BACA JUGA:Wisudawan IPK Tetinggi UNEJ, Nadiya Ayu SK, Calon Dokter Gigi yang Aktif di Banyak Organisasi
BACA JUGA:Rektor Harapkan Lulusan UNEJ Tetap Jadi Mahasiswa Seumur Hidup
Untungnya, Rovaley termasuk mahasiswa yang aktif dengan berbagai kegiatan. Sehingga meski dalam masa libur, dia punya banyak kegiatan yang hafrus dikerjakan, tidak hanya terbatas pada jam kantor.
Salah satu aktivitasnya adalah, sebagai pengurus aktif Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UNEJ. Sehingga di masa libur semester ia tetap menjalankan tanggung jawab organisasinya dan rutin melakukan monitoring bidang serta koordinasi program kerja melalui rapat daring.
Menurutnya, konsistensi dalam berorganisasi meski di masa libur sangat melatih kemampuannya dalam berkomunikasi, berkoordinasi, dan mengambil keputusan strategis terkait rencana kerja semester depan. ‘’Dengan aktif berorganisasi, kita dilatih menghadapi berbabagi masalah dan haus mengambil keputusan strategis,’’ jelasnya.
Rovaley berfoto di instansi tempatnya magang selama masa libur semester.-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-
Kesibukan Rovaley ini juga menjadi jembatan menuju dimulainya semester genap tahun akademik 2025/2026. Berdasarkan kalender akademik Universitas Jember, perkuliahan semester genap akan resmi dimulai pada 23 Februari hingga 26 Juni 2026 mendatang.
BACA JUGA:Tim BPBD dan Damkar Angkat Anak Sapi dari Dalam Sumur di Ngoro, Jombang
BACA JUGA:Bupati Jombang Berangkatkan Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU
Menariknya, khusus untuk lingkungan FISIP tempat Rovaley bernaung, terdapat kebijakan perkuliahan secara daring pada periode 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Menghadapi kebijakan tersebut, dia menilai pelaksanaan kuliah daring di awal semester genap memiliki sisi positif, terutama sebagai sarana adaptasi mahasiswa setelah libur panjang sekaligus menyambut awal bulan Ramadan.
Menurutnya, metode ini memberikan fleksibilitas sehingga mahasiswa tidak terlalu menguras energi karena minimnya mobilitas fisik ke kampus. Karena dengan kuliah daring, dia tidak perlu pergi ke kempus untuk mengikuti kuliah.
“Pembelajaran daring tetap memiliki keterbatasan, terutama dalam hal efektivitas diskusi yang terasa berbeda dibandingkan perkuliahan luring. Namun, selama diimbangi dengan komunikasi yang baik antara dosen dan mahasiswa, saya berharap tujuan pembelajaran tetap tercapai optimal,” jelasnya.
Di sela kesibukan magang dan organisasi, Rovaley tetap disiplin menjaga kebugaran fisiknya. Olahraga ringan seperti jogging dan badminton menjadi agenda rutinnya agar kondisi tubuh tetap prima untuk menjalani jadwal yang padat. “Di sela kesibukan, saya selalu menyempatkan olahraga agar tubuh tetap bugar dan siap menghadapi aktivitas maksimal,” imbuhnya.
BACA JUGA:Biaya Pengobatan Penyakit Jantung di Indonesia Menjadi Persoalan Serius
BACA JUGA:Kota Mojokerto Jadi Tuan Rumah Gebyar Senam DPC PORPI se-Jawa Timur
Keputusannya untuk tetap tinggal di Jember didasari oleh pertimbangan yang matang. Selain ingin fokus pada pengembangan diri, efisiensi waktu dan biaya perjalanan Jember-Palembang juga menjadi faktor utama.
Sebab, periode liburan yang berdekatan dengan momen lebaran mendatang, menjadikan dirinya sebagai mahasiswa rantau harus cerdas dalam mengelola waktu dan peluang. “Menetap di Jember membantu saya menjadi lebih teratur dan mandiri. Saya bisa fokus menjalani magang, mengurus organisasi, serta mempersiapkan program kerja dengan lebih maksimal sehingga lebih siap menghadapi semester berikutnya,” tandasnya.