Imlek dan Ramadan Tahun Ini Serentak, Menjadi Momentum Memperkuat Toleransi

Sabtu 14-02-2026,16:39 WIB
Reporter : M Hasbi As-Sidqiey
Editor : Elsa Fifajanti

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Perayaan tahun baru Imlek yang berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Indonesia. Fenomena ini terjadi ketika dua tradisi besar keagaaman dan budaya berlangsung secara bersamaan.

Tahun baru Imlek jatuh pada tanggal 17 Februari 2026, sementara awal Ramadan di perkirakan jatuh pada tanggal 18/19 Februari 2026. 

Kondisi tersebut tidak hanya menjadi peristiwa kalender keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai toleransi antarumat beragama melalui berbagai bentuk interaksi sosial, dan kegiatan budaya.

Dalam tradisi Tionghoa, 2026 adalah Tahun Kuda Api identik sebagai simbol energi, ketegasan, dan keberanian untuk bergerak maju. Kuda adalah lambang dinamika, sementara unsur api menandai semangat, kreativitas, dan transformasi. 

Tahun ini secara simbolik mengajak kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani hidup, mengobarkan perjuangan,dan tidak mudah menyerah.

Semangat ini sangat relevan jika disandingkan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam bulan Ramadan. Bulan yang mengajarkan pengendalian diri, perenungan, dan penyucian batin, maka keduanya menghadirkan keseimbangan yang menarik.


Momentum untuk meningkatkan toleransi : Imlek bersamaan dengan Ramadan-Foto : Hasbi Magang (AI)-

Kuda Api mendorong kita untuk bergerak, sementara Ramadan megingatkan agar setiap langkah kita diarahkan dengan kesadaran dan keikhlasan.

Indonesia sering membanggakan diri sebagai negara yang menjunjung tinggi keharmonisan. Akan tetapi kita lupa bahwa harmoni bukanlah sesuatu yang hadir begitu saja, ia perlu dipraktikkan, dirawat, dan dihidupkan dalam keseharian. 

Berbagai kasus intoleransi dan diskriminasi yang masih terjadi  di sekitar kita menunjukan betapa rapuhnya semangat tersebut.

BACA JUGA:Selama 2025, PMI Kota Mojokerto Layani 18.422 Kantong Darah.

BACA JUGA:Ingin Masakan Lezat Namun Tetap Sehat, Fiber Creme Solusinya

Dalam kondisi sosial seperti ini, perjumpaan Imlek dan Ramadan tahun ini menghadirkan ruang refleksi yang tidak biasa. Kedua perayaan besar ini memberikan kesempatan langka untuk melihat bagaimana tradisi keagamaan yang berbeda dapat saling menyapa tanpa saling meniadakan. 

Momentum ini mengingatkan bahwa harmoni bukan sekadar slogan,melainkan praktik nyata yang bisa dilihat dan dirasakan. Betapa indahnya jika kita menemukan lampion merah tetap menyala ketika umat muslim menyiapkan diri untuk menyambut shalat tarawih atau sahur pertama. 

Pemandangan yang sederhana akan tetapi menjadi simbol bahwa keberagaman dapat hidup berdampingan tanpa harus saling mengganggu.

Kategori :