Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Djamari Chaniago mengingatkan masyarakat Mojokerto tidak gampang termakan informasi yang tidak benar atau hoaks. Hal itu disampaikan saat bersilaturahmi dengan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, pejabat Forkopimda Kabupaten Mojokerto dan jajarannya, serta tokoh masyarakat di Graha Afia Ponpes Amanatul Ummah, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu, 14 Februari 2026 siang.
Dia menyebutkan sudah bertemu dengan Forkopimda Kabupaten Mojokerto, dan menerima laporan Forkopimda mempunyai tanggung jawab mensejahterakan masyarakat, ‘’Bupati dan forkopimda punya kewajiban dan tanggung jawab mensejahterakan masyarakat. Karena itu harus kompak dan selalu bersama masyarakat,’’ katanya.
Kalau bupati dan forkopimda selalu solid an membersamai masyarakat, maka akan terjalin hubungan yang solid di Kabuoaten Mojokerto. ‘’Karena itu, saya juga mengajak, suasana solid ini harus terus dipelihara, harus kompak, kalua ingin mensejahterakan rakyatya,’’ tegasnya.
Menkopolkam RI, Djamari Chaniago, mengingatkan Bupati dan Forkopimda agar tetap solid dan membersamai rakyat agar program pembangunan bisa berjalan lancar dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.-andung - disway mojokerto-
Dia mencontohkan teradinya kerusuhan di Jakarta tahun lalu sekitar Bulan Agustus samai September. ‘’Penyebab utamanya adalah informasi hoaks yang menyebar lewat media sosial. Ini sangat menghancurkan, menggangu kebersamaam rakyat,’’ sahutnya.
BACA JUGA:Jaga Ketersediaan Bahan Pangan Jelang Ramadan, Pemkot Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP
Ditambahkan, kalau kita percaya pada informasi hoaks yang disebar lewat media digital atau media sosial, situasi atau kemanan daerah bisa dihancurkan. ‘’Kalau ini terjasdi maka orang yang ingin mengganggu Mojokerto berarti berhasil menjalankan misinya,’’ tandasnya.
Karena itu, Djamari Chaniago juga mengingatkan kalau masyarakat menerima informasi hoaks di media digital atau media sosial seperti itu segera menghubungi atau menanyakan kepada Polres, Kodim, atau jajarannya. ‘’Kalau ada informasi yang membingungkan atau menyesatkan, datang saja kepada bupati, dandim, kapolres, polsek atau kormail dan tanyakan benarkah informasi yang diterima lewat hp atau jaringan media digital dan tanyakan yang sebenarnya,’’ tegasnya lagi.
Dia menyebutkan, kondisi yang bagus di masyarakat akan membuat jajaran forkopimda yang ingin mensejahterakan masyarakatnya bisa berjalan dengan lancar. ‘’Kalau semua lancar, maka program pemerintah untuk mensejahterakan, bisa berhasil,’’ tuturnya.
Menko Polkam saat bersilaturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, di Graha Afia Ponpes Amanatul Ummah, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu, 14 Februari 2026-Fio Atmaja - Disway Mojokerto-
Dia menyinggung laporan Buoati Mojokerto Muhammad Albarraa yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto bisa mencapai 6,5 %. ‘’Ini lebih tinggi dari nasional yang di angka 5,11 %. Kondisi ini tidak akan bisa dicapai kalau di Mojokeeto teradi keributan atau situasi yang tidak kondusif,’’ paparnya.
BACA JUGA:UNEJ Buka 2 Program Pendidikan Dokter Spesialis Baru
BACA JUGA:Lapas Mojokerto Kembali Gelar Razia Kamar Hunian untuk Perketat Keamanan
Menkopolkam juga mengingatkan lagi, ada kelompok yang ingin terjadi suasana ribut. ‘’Ada yang suka lihat atau terjadi keributan dan sengaja menyulut agar terjadi keributan. Karena itu kita harus selalu menjaga kebersamaan dan selalu solid agar tidak mudah diadu domba,’’ jelasnya.
Disebutkan, kalau ada yang ingin menyampaikan pendapat, silahkan saja. ‘’Sampaikan, terbuka saja. Tapi jangan samai ada yang merusak, menyerang petugas, membakar, melempar Bom Molotov. Itu dilarang,’’ tandasnya..
Sampai saat ini, ungkap Djamari Chaniago, pihaknya belum melihat tanda sedikitpun indikasi yang perlu diwaspadai oleh pusat. ‘’Betapa hebatnya Mojokerto. Kami beum melihat ada satu titik pun yag perlu diwaspadai oleh pusat. Kondisi ini harus terus dijaga, jangan smapai ada tanda-tanda yang membuat daerah atau wilayah ini diwaspadai oleh pusat,’’ ungkanya.
Jajaran forkopimda Kabupaten Mojokerto, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan mendengarkan pengarahan Menkopolkam di Graha Afia Ponpes amanatul Ummah di Desa Bendunganjati, Kecanatan Pacet, Sabtu, 14 Februari 2026.-andung - disway mojokerto-
Selain tentang kondisi kemanan, Menkopolkam juga melihat kondisi geografis Kabupaten Mojokerto yang berbukit dan gunung. Dan mengajak menjaga alam. ‘’Jangan sampai mehyakiti alam, agar alam tidak menyaiti kita,’’ tuturnya.
BACA JUGA:Sopir Truk Diduga Mengantuk, Tabrak Truk Ganti Ban di Tol Jombang-Mojokerto
BACA JUGA:Santri Pondok Pesantren di Mojokerto Meninggal Dunia Diduga Kesetrum di Lantai Empat
Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga alam karena wilayah Mojokerto sebagian besar berbukit-bukit. ‘’Bencana alam bisa menimpa kapan saja. Lihat contoh di Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah bencana alam menyebabkan kerusakan besar bahkan korban jiwa,’’ paparnya.
Selain itu, masyarakat diajak segera melaporkan jika ada orang yang mengganggu kelestarian alam. ‘’Kalau kita menyayangi alam, alam akan menyayangi kita. Sumber mata air akan tetap ada dan tanah akan terhindar dari longsor,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa menegaskan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya selama ini kondusif. Bahkan saat terjadi gelombang aksi unjuk rasa besar di sejumlah daerah pada Agustus lalu, Mojokerto tetap aman tanpa demonstrasi.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyampaikan laporan dalam silaturahmi Forkopimda Kabupaten Mojokerto dan jajarannya bersama Menkopolkam RI Djamari Chaniago-andung - disway mojokerto-
Bupati menyebutkan, jajatan Forkopimda Kabupaten Mojokerto solid dan kompak, sehingga sutuasi kemanan dan ketertiban bisa dijaga dan dikenalikan. ‘’Forkopimda solid dan kompak menjaga keamanan,’’ tuturnya.
BACA JUGA:Kenali 7 Manfaat Cuka Apel Sebagai Detok Alami Tubuh
BACA JUGA:Grebeg Apem di Alun-Alun, Masyarakat Jombang Ramai-Ramai Berebut Gunungan Apem
Sementara Pengasuh Ponpes Amanataul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan, pihaknya juga berikhtiar mendukung Mojokerto maju, adil, dan makmur. ‘’Kalau Presiden Prabowo mawakafkan dirinya untuk negara. Kita harus malu dan harus bekerja untuk Mojokerto tercinta, selayaknya menjadikannya pecontohan karena di Mojokerto ini pernah ada kerajaan besar yaitu Majapahit," ujarnya.