Allah SWT berfirman yang artinya; (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Q.S. Al Baqarah 184)
Momen Ramadan untuk mempererat kekeluargaan dengan berdoa bersama-Foto : Iustrasi AI-
3. Mempelajari tata cara berpuasa, dan mempelajari ilmu-ilmu agama yang lain
Dikarenakan segala amalan yang dilakukan pada bulan suci Ramadan dikali kan sebanyak 1000 kali, sedangkan puasa telah disiapkan pahalanya oleh Allah SWT. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).
Membaca Al Quran selama bulan Ramadan, salah satu amalan yang disunnahkan-Foto : Iustrasi AI-
4. Menata hati dengan taubat dan niat yang tulus
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
Sambut Ramadan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, karena balasannya hanya dari Allah SWT. Bertaubatlah dari dosa-dosa yang lalu dan bertekad untuk memanfaatkan bulan ini sebaik mungkin seakan akan kita tidak akan mendapatkannya tahun depan, semakin siap jiwa kita, semakin diberi mudah oleh Allah untuk menjalani ibadah di bulan Ramadan dengan penuh keikhlasan dan kebahagiaan.
BACA JUGA:Mengenal Raden Koesbini, Putra Mojokerto Pencipta Lagu Bagimu Negeri
BACA JUGA:Inilah 7 Puncak Gunung yang Wajib Dikunjungi Saat Lakukan Pendakian di Mojokerto
Mari kita siapkan diri dengan sebaik-baiknya, dan semoga Ramadan kali ini menjadi momen terbaik dalam hidup kita untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan kita dipertemukan oleh Allah dalam keadaan sehat dan diridhoi oleh Allah SWT.