Mojokerto, diswaymojokerto.id - Menjaga stamina agar tetap kuat selama Ramadan 2026 kuncinya terletak pada kedisiplinan sahur dengan karbohidrt yang kompleks, pemenuhan hidrasi air putih yang cukup, serta pembatasan konsumsi gorengan agar metabolisme tubuh tetap stabil.
Strategi ini sangat krusial untuk mencegah penururnan gula darah secara drastis dan dehidrasi yang sering menjadi penyebab utama lemas serta kantuk di siang hari.
Masalah kesehatan saat berpuasa biasanya muncul bukan karena ketiadaan makanan, melainkan karena pemilihan menu yang tidak tepat saat sahur dan berbuka.
Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana organ tubuh bekerja selama berpuasa dan apa saja asupan yang dibutuhkan untuk menjaga cadangan energi. Berikut adalah 5 langkah praktis yang harus dilakukan:
Sahur adalah moment penting untuk menjaga kebugaran-Foto : Mahdi Alaydrus Magang-
1. Jangan pernah melewatkan sahur: sahur adalah waktu paling krusial untuk mengisi bahan bakar tubuh. Melewatkan waktu ini akan memaksa tubuh menggunakan cadangan energi secara paksa, yang berisiko menyebabkan pusing, badan gemetar, hingga gangguan lambung sebelum waktu tengah hari tiba. Jadikan sahur sebagai kewajiban utama untuk menjaga ketahanan fisik anda sepanjang hari.
2. Pilih menu sahur yang membuat kenyang lebih lama: agar energi tidak cepat habis dalam beberapa jam, pilihlah sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, atau umbi-umbian seperti ubi jalar.
Karbohidrat jenis ini memiliki indeks glikemik rendah, artinya energi dilepaskan secara bertahap sehingga rasa kenyang bertahan jauh lebih lama dibandingkan mengonsumsi nasi putih atau roti biasa. Tambahkan protein dari telur atau tempe agar daya tahan tubuh semakin kokoh.
BACA JUGA:Hadir dan 'Booming' Setahun Sekali: Mengapa Kuliner Ini Hanya Hits Saat Ramadan?
BACA JUGA:Sering Tertukar, Inilah Perbedaan Antara Kopi Arabika dan Robusta
3. Perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka. Hidrasi yang buruk adalah musuh utama saat berpuasa. Pastikan memenuhi kuota 8 gelas air putih per hari dengan pembagian waktu yang merata.
Dua gelas saat berbuka untuk memulihkan cairan, 4 gelas sepanjang malam agar organ tubuh bekerja optimal, dan 2 gelas saat sahur sebagai cadangan cairan harian. Hindari teh atau kopi saat sahur karena bersifat diuretik yang justru mempercepat keluarnya cairan dari tubuh.
4. Kurangi gorengan dan makanan terlalu berminyak
Lemak jenuh pada gorengan membutuhkan waktu yang lama dan energi besar untuk dicerna, yang akhirnya membuat anda merasa sangat mengantuk setelah makan. Selain itu, minyak yang menempel pada tenggorokan dapat memicu rasa haus yang lebih cepat dan risiko peradangan. Cobalah mengolah makanan dengan cara dikukus atau dibakar untuk mejaga kualitas nutrisi dan kesegaran tubuh.
Perbanyak makan sayur dan buah saat berbuka agar tubuh tetap fit.-Foto : Mahdi Alaydrus Magang-