Pemkab Jember Perkuat Sinergi Investasi dan Pariwisata

Jumat 20-02-2026,23:31 WIB
Reporter : Indra GM
Editor : Andung

 

Jember, Diswaymojokerto.id – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menegaskan komitmen memperkuat ekosistem investasi daerah melalui sinergi lintas sektor. Kepala DPMPTSP Kabupaten Jember, Isnaini Dwi Susanti, S.H.,  M.Si, mengatakan, langkah itu dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak seperti kolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kbupaten Jember.

Selain itu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga melakukan penguatan sektor pariwisata terintegrasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. ‘’Ini komitmen kami untuk memperkuat ekosistem investasi daerah,’’ katanya, Jumat , 20 Februari 2026.

Dia menyebutkan, salah satu kegiatan seperti Forum Group Discussion (FGD) penyusunan strategi promosi penanaman modal yang melibatkan pelaku usaha sektor pariwisata. Selain itu juga organisasi pengusaha termasuk BPC HIPMI Jember, serta perangkat daerah rumpun investasi terkait.

FGD tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong percepatan realisasi investasi, peningkatan kepastian berusaha. ‘’Juga mendorong penguatan daya saing Kabupaten Jember di tingkat regional maupun nasional,’’ tambahnya.

BACA JUGA:Dinas Kominfo Jember Sosialisasi ‘Bijak Bermedia Sosial’ kepada Korps Kadet Republik Indonesia

BACA JUGA:Ribuan Botol Miras Dimusnahkan, Bupati dan Kapolres Wujudkan Jombang Zero Miras

Disebutkan, Jember memiliki potensi sumber daya yang lengkap dan kompetitif seperti pada sektor pertanian, ada komoditas unggulan tembakau cerutu, kopi, dan edamame. ‘’Kondisi ini didukung lahan vulkanik yang subur serta keberadaan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka),’’ sahutnya.

Isnaini juga menyebutkan, potensi tersebut menjadi pondasi pengembangan investasi berbasis agroindustri dan hilirisasi produk unggulan daerah. Di sektor pariwisata, Jember memiliki garis pantai selatan sepanjang kurang lebih 170 kilometer yang menghadap langsung ke Samudera Hindia’

‘’Kabupaten Jember juga memiliki kawasan Pegunungan Argopuro, serta destinasi unggulan seperti Pantai Papuma – Watu Ulo, Pantai Bandealit, dan Kawasan Rembangan,’’ paparnya lagi.

BACA JUGA:Jalan Persawahan Bicak Trowulan Mojokerto Jadi Pusat Takjil, Ramai Diserbu Pembeli

BACA JUGA:Kali Ini Tim Damkar BPBD Jombang Eavakuasi Sarang Tawon Vespa di 5 Lokasi Berbeda

Ditambahkan, penyelenggaraan event berskala internasional, seperti Jember Fashion Carnaval (JFC), turut memperkuat citra daerah sebagai Jember Miniature Of Indonesia.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diakselerasi penyelesaiannya, antara lain peningkatan konektivitas dan infrastruktur, kepastian tata ruang, percepatan layanan perizinan, serta penguatan branding daerah.

Berdasarkan hasil FGD, diperoleh kesimpulan, tantangan utama bukan terletak pada ketersediaan sumber daya. ‘’Tetapi lebih pada percepatan pembangunan infrastruktur, pengintegrasian data potensi daerah, serta kepastian regulasi,’’ jelasnya.

Sebagai respons, DPMPTSP bersama para pemangku kepentingan telah merumuskan 4 strategi utama. Pertama, penguatan regulasi melalui penyiapan kebijakan penanaman modal daerah yang terintegrasi dan berkesinambungan, serta digitalisasi sistem layanan perizinan yang transparan, cepat, dan ramah investasi.

BACA JUGA:Diterjang Luapan Sungai Akibat Tersumbat Bambu, Rumah Warga di Puri Mojokerto Rusak

BACA JUGA:Jembatan Bubak Gondang Mojokerto Diresmikan Setelah Dua Tahun Terputus, Jadi Ikon Ekonomi Baru

Kedua, penguatan kemitraan lokal melalui konsep “Jember First” dengan mendorong kolaborasi antara investor dan pelaku UMKM daerah. Ketiga, peningkatan promosi investasi melalui pameran, business matching, dan selling mission.

Keempat, penyusunan kalender event investasi dan pariwisata yang terintegrasi guna memberikan kepastian agenda kepada calon investor. Pengembangan pariwisata berkelanjutan juga menjadi perhatian utama, khususnya melalui konsep green tourism di kawasan Pantai Bandealit, Taman Nasional Meru Betiri, serta integrasi destinasi Watu Ulo–Tanjung Papuma.

Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing destinasi, memperkuat peran UMKM dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta menjaga kelestarian lingkungan. Secara geografis, posisi strategis Jember yang berdekatan dengan kawasan Bromo–Tengger–Semeru (BTS) serta akses menuju Kawah Ijen menjadi nilai tambah dalam pengembangan jejaring destinasi wisata regional. Hal ini sekaligus memperkuat upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendorong peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kategori :