Waspada Cuaca Ekstrem di Mojokerto pada 1 hingga 10 Maret 2026

Senin 02-03-2026,20:44 WIB
Reporter : Fio Atmaja
Editor : Elsa Fifajanti

Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menghimbau pada masyarakat Jawa Timur, termasuk Kabupaten/Kota Mojokerto untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem periode 1 hingga 10 Maret 2026. 

"Potensi cuaca ekstrem tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es," kata Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, dalam keterangan tertulis, Senin, 2 Maret 2026. 

Adapun wilayah berpotensi terjadi cuaca ekstrem di Jawa Timur meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkakan, Sampang, Pamekasan,  Sumenep.  Kemudian Kota Kediri, Blitar, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Madiun, Surabaya, dan Batu.

"Saat ini sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan kemusim kemarau. Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yangberdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat," ungkapnya. 

BACA JUGA:Sebanyak 6.859 Masjid Disiapkan Sebagai tempat Singgah Gratis Saat Arus Mudik Lebaran

BACA JUGA:Ngabuburit di Sekitar Rel Berbahaya, KAI Ingatkan Warga Mojokerto Patuhi Aturan

Ia menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampakadanya gangguan gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO), Low Frequency danGelombang Rossby yang akan melintasi wilayah Jawa Timur. 

"Suhu muka laut di perairan selatan JawaTimur masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang," jelasnya. 

BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedanghingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan. 

Wilayah dengan topograficuram/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibatcuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang. 

BACA JUGA:OTWE Ngopi Meri Magersari, Tempat Nongkrong Modern dengan Harga Ramah di Kota Mojokerto

BACA JUGA:Belum Terealisasi, Pemindahan Pusat Pemerintah Kabupaten Mojokerto Tunggu Lampu Hijau Dewan

Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website https://stamet-

juanda.bmkg.go.id/radar/, dan informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2 - 3 jam ke depan yang selalu kami bagikan melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id dan media sosial @infobmkgjuanda, saluran telepon 24 jam (031) 8668989 dan Whats

Kategori :