Mengapa Muncul Bau Badan yang Tidak Sedap? Ini Dia Penjelasannya

Rabu 04-03-2026,13:05 WIB
Reporter : A Rizali
Editor : Elsa Fifajanti

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Bau badan sering kali menjadi masalah yang membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri. Sudah mandi dua kali sehari, memakai deodoran, bahkan parfum mahal, tetapi aroma tidak sedap tetap muncul apalagi saat berkeringat. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas, baik saat bekerja, kuliah, atau ketika bersosialisasi. 

Banyak orang mengira bau badan hanya karena kurang menjaga kebersihan, padahal penyebabnya jauh lebih dari itu. Lalu, apa sebenarnya penyebab bau badan dan bagaimana cara mengatasinya?

Menurut penjelasan medis yang banyak dibahas oleh pakar kesehatan dan dirangkum dalam artikel kesehatan di situs Halodoc, bau badan atau bahasa ilmiahnya “ bromhidrosis “ itu terjadi ketika keringat bercampur dengan bakteri di permukaan kulit. Pada dasarnya, keringat tidak berbau.

Namun, saat bakteri memecah protein dalam keringat, munculah aroma tidak sedap. Area tubuh seperti ketiak, selangkangan, dan kaki lebih rentan karena memiliki kelenjar apokrin yang menghasilkan keringat lebih kental.


Bau badan yang menyengat tentu mengganggu aktivitas-Foto : Ahmad Rizal Magang-

Salah satu penyebab utama bau badan adalah produksi keringat berlebih atau hiperhidrosis. Saat tubuh berkeringat secara berlebihan, yang membuat bakteri memiliki lebih banyak “bahan” untuk berkembang.

Selain itu, faktor hormon juga berperan besar. Masa pubertas, stres, dan perubahan hormon tertentu dapat meningkatkan aktivitas kelenjar keringat sehingga bau badan menjadi lebih kuat.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, Dokter Tirta, dalam beberapa edukasinya menjelaskan bahwa pola makan juga memengaruhi aroma tubuh. Konsumsi makanan berbau tajam seperti bawang putih, bawang merah, jengkol, petai, atau makanan tinggi lemak dapat memengaruhi bau keringat. Senyawa tertentu dari makanan akan dikeluarkan melalui pori-pori kulit, sehingga aroma tubuh ikut berubah.

BACA JUGA:294 Tukang Becak dan Penyandang Masalah Sosial Dapatkan Bansos dari Pemkot Mojokerto

BACA JUGA:Dorong Akselerasi Inovasi Industri F&B, PT L N K Resmikan Ellenka Xperience Center di 2 Tempat

Selain itu, kebersihan pakaian juga menjadi faktor penting. Pakaian yang jarang diganti atau tidak kering sempurna setelah dicuci bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.

Ketika dipakai kembali, bakteri tersebut akan bercampur dengan keringat dan memperparah bau badan. Penggunaan bahan pakaian yang tidak menyerap keringat juga bisa membuat kondisi semakin lembap.

Faktor kesehatan tertentu juga dapat memicu bau badan. Beberapa gangguan metabolisme, infeksi kulit, hingga diabetes dapat menyebabkan perubahan aroma tubuh. Jika bau badan terasa sangat menyengat dan tidak membaik meski sudah menjaga kebersihan, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Dengan penggunaan deodoran yang tepat, bau badan tentu akan hilang-Foto : Ahmad Rizal Magang-

Lalu bagaimana solusinya? Pertama, jaga kebersihan tubuh dengan mandi minimal dua kali sehari menggunakan sabun antibakteri. Kedua, gunakan deodoran atau antiperspiran untuk membantu mengurangi produksi keringat dan membunuh bakteri penyebab bau.

Kategori :