Hadapi Cuaca yang Masih Ekstrem, BPBD Jatim Cek 71 Peralatan Early Warning System (EWS)

Sabtu 07-03-2026,15:37 WIB
Editor : Elsa Fifajanti

Surabaya, diswaymojokerto.id - Mengantisipasi cuaca ekstrem di Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim melakukan pengecekan kondisi peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, terdapat 71 EWS yang diperiksa, terdiri dari 27 titik EWS banjir, 27 titik EWS longsor, dan 17 sirine tsunami. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan fungsi alat sebagai peringatan dini bagi masyarakat. Kegiatan ini dimulai dari Kabupaten Banyuwangi, tepatnya EWS sirine tsunami di Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan Kec. Pesanggaran. Kegiatan ini lalu berlanjut ke Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek hingga ke Pacitan. 

Kepala Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember, H. Abdul Ghafur, mengaku keberadaan EWS banjir sangat membantu warganya. “Sekitar 800 KK di dua dusun sering mendapat peringatan dini saat debit air sungai meningkat,” ujarnya.

BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Tol Jombang-Mojokerto, Bus Restu Tabrak Truk, Satu Tewas Tiga Luka

BACA JUGA:Bupati Mojokerto : Sinergi Ulama dan Umara bisa Jadikan Mojokerto Maju, Adil, dan Makmur

"Kebetulan warga desa kami masih banyak yang sering mandi di sungai, meski mereka sudah punya kamar mandi di rumah. Mereka sering menerima peringatan dini dari alarm yang berbunyi saat air mulai naik," terangnya. 

Hal senada disampaikan Candra Kristianto, perangkat Desa Kandangan, Pesanggaran, Banyuwangi. Menurutnya, EWS longsor di kaki Bukit Kelopo Kembar efektif memberi peringatan dini.

"Sudah beberapa kali kami coba, suara alarmnya cukup keras, terdengar hingga di perempatan jalan desa yang jaraknya lebih dari satu kilometer," terangnya. 

Manfaat EWS juga dirasakan Heri, warga Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Jember. Sirine dan speaker EWS tsunami di Pantai Cemara, katanya, berguna untuk mengingatkan pengunjung agar tetap waspada, terutama saat anak-anak bermain di pantai.

"Speaker itu biasa kami gunakan untuk memberikan peringatan kewaspadaan kepada para pengunjung yang biasa datang bersama anak-anak, agar tidak lengah memantau anak-anaknya yang saat bermain di pantai," ujarnya. 

BACA JUGA:Wali Kota Mojokerto : HIPMI Punya Potensi Gerakkan UMKM di Kota Mojokerto

BACA JUGA:Kontainer E-Sport Competition Vol.2, Ajang Generasi Muda Mojokerto Tunjukkan Skill Mobile Legends

Sementara, Kabid PK BPBD Lumajang Sultan Syafaat yang turut dalam pengecekan EWS menjelaskan adanya 4 EWS BPBD Jatim yang berlokasi di Lumajang, yakni, EWS banjir, longsor dan sirine tsunami.

Menurutnya, keberadaan EWS ini sangat penting untuk deteksi dan peringatan dini kepada masyarakat yang ada di kawasan rawan bencana. 

"Yang dibutuhkan EWS ini adalah pemeliharaan dan pengecekan secara berkala seperti saat ini. Saya kira yang perlu terus dilakukan," sarannya. 

Kategori :