Mojokerto, diswaymojokerto.id - Menjalankan ibadah puasa selama Ramadan membutuhkan kondisi tubuh yang sehat, termasuk menjaga kesehatan lambung. Jika tidak dijaga dengan baik, sebagian orang bisa mengalami keluhan seperti perut perih, kembung, hingga meningkatnya asam lambung saat berpuasa. Kondisi ini biasanya dipicu oleh pola makan yang kurang tepat saat sahur maupun berbuka.
Selama berpuasa, lambung tidak menerima asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12 hingga 14 jam. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk menjaga pola makan yang baik agar sistem pencernaan tetap bekerja dengan normal.
Dengan kebiasaan yang tepat, puasa tetap dapat dijalani dengan nyaman tanpa gangguan pada lambung.
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah tidak melewatkan sahur. Sahur menjadi sumber energi utama yang membantu tubuh tetap kuat selama menjalani aktivitas di siang hari. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dapat membantu menjaga kondisi lambung tetap stabil.
Minum air putih dan makanan ringan untuk membatalkan puasa ketika azan Magrib tiba-Foto : Habib Magang-
Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi, roti gandum, atau oatmeal agar energi dapat bertahan lebih lama. Selain itu, tambahkan protein seperti telur, ikan, atau tempe serta sayur dan buah agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi selama berpuasa.
Selain memperhatikan menu sahur, jenis makanan saat berbuka juga perlu diperhatikan. Hindari makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, atau berminyak karena dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Jenis makanan tersebut juga bisa membuat perut terasa tidak nyaman jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
BACA JUGA:Jelang Angkutan Lebaran, KAI Daop 8 Surabaya Ingatkan Ketentuan Barang Bagasi
BACA JUGA:Pengedar Narkoba Kena Operasi Pekat di Mojokerto, 32 Gram Ganja dan 0,38 Gram Sabu Disita
Saat waktu berbuka tiba, sebaiknya tidak langsung makan dalam porsi besar. Berbukalah secara bertahap dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma atau buah-buahan. Setelah beberapa menit, barulah mengonsumsi makanan utama. Cara ini membantu lambung beradaptasi kembali setelah kosong selama berjam-jam.
Kebutuhan cairan tubuh juga harus tetap tercukupi selama bulan Ramadan. Minum air putih yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur dapat membantu menjaga sistem pencernaan tetap lancar. Banyak orang menerapkan pola minum bertahap agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
Memberi jeda waktu setelah makan dapat mencegah naiknya asam lambung.-Foto : Habib Magang-
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak langsung tidur setelah makan. Memberi jeda waktu sekitar satu hingga dua jam setelah berbuka atau sahur sebelum beristirahat dapat membantu mencegah naiknya asam lambung dan menjaga proses pencernaan berjalan dengan baik.
BACA JUGA:Hanya 88 dari Total 198 Bank Sampah di Kota Mojokerto yang Berfungsi
BACA JUGA:10 persen dari 7 Juta Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Jiwa