Mengejar Target SDGs 2030, Kota Mojokerto Benahi Data Pembangunan

Selasa 15-09-2026,18:20 WIB
Editor : Elsa Fifajanti


Monitoring dan evaluasi pemenuhan data dilakukan di Ruang Rapat Jawa I BAPPERIDA Kota Mojokerto, Selasa 15 September 2026--

“Maka butuh inputing data dari daerah yang akan digunakan oleh negara, tentu saja pada konferensi yang lebih tinggi. Ini terkait dengan tujuan pembangunan yang berkelanjutan secara global, tidak hanya Indonesia saja,” katanya.

Karena indikator SDGs mencakup banyak sektor, Pemkot Mojokerto mendorong koordinasi antarp erangkat daerah dalam memenuhi data dukung I-SIM. Setiap perangkat daerah memiliki data yang berbeda dan dapat saling melengkapi untuk menggambarkan kondisi pembangunan Kota Mojokerto.

Kota Mojokerto sendiri telah mengikuti I-SIM sejak 2022. Partisipasi tersebut berlanjut hingga 2026. Pada pelaksanaan I-SIM 2025, Kota Mojokerto tercatat berada di peringkat kedelapan dari 77 kota di Indonesia yang berpartisipasi.

BACA JUGA:Kemenag Tegaskan Nikah di KUA Gratis, Warga Diminta Waspadai QRIS Palsu

BACA JUGA:Gus Fawait Disebut Figur Potensial Bawa Jawa Timur Lebih Maju

Capaian tersebut kini menjadi pijakan untuk memperbaiki kualitas pemenuhan data pada pelaksanaan I-SIM 2026. Namun, peringkat bukan satu-satunya persoalan. Yang lebih penting adalah memastikan data yang masuk benar-benar mampu menjelaskan kondisi pembangunan daerah.

Bagi masyarakat, kualitas data pembangunan memiliki arti yang lebih luas. Data yang baik menjadi dasar pemerintah dalam membaca persoalan, menentukan prioritas kebijakan, mengukur keberhasilan program, sekaligus melihat bagian mana yang masih membutuhkan intervensi.


Dukung SDGs Indonesia, Kota Mojokerto Perkuat Pemenuhan Data I-SIM-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-

Karena itu, pemenuhan data I-SIM tidak semestinya berhenti sebagai urusan administratif pemerintah. Di balik angka dan indikator yang dikumpulkan, terdapat gambaran tentang kondisi nyata masyarakat dan lingkungan yang menjadi dasar untuk melihat apakah pembangunan benar-benar bergerak menuju target SDGs 2030.

BACA JUGA:Dua Hari Tak Terlihat, Lansia di Gondang Mojokerto Ditemukan Meninggal di Rumah

BACA JUGA:Karhutla Lahap 1,5 Hektare Hutan Jatirejo Mojokerto, Api Padam Setelah 3,5 Jam

Ning Ita pun meminta seluruh perangkat daerah memberi perhatian terhadap proses pemenuhan data tersebut.

“Tentu kita orang Mojokerto harus menyumbang, mendukung, atau berkontribusi terhadap pencapaian Indonesia dalam rangka mendukung pencapaian SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.

 

 

Kategori :