Bau Mulut Saat Puasa, Bolehkah Menggosok Gigi di Siang Hari?
Bau mulut yang tidak sedap saat berpuasa biasanya mengganggu orang disekitar kita-Foto : Rochman Magang-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Ketika kita sedang berpuasa, kita sering kali merasakan mulut kita sering mengeluarkan bau yang tidak sedap. Dalam keseharian tidak minum dan tidak makan, hal seperti itu menjadikan kita ingin menyikat gigi agar tidak mengganggu aktivitas kita.
Namun dari permasalahan itu timbul masalah dan pertanyaan penting serta sering dibahas, apakah boleh kita menggosok gigi di saat berpuasa, apakah membatalkan dan bagaimanakah caranya?
Ustaz Abdul Somad atau yang sering kita dengar dengan sapaan akrabnya UAS menjelaskan di dalam channel YouTubenya, Peradaban Islam Official.
Dalam pernyataannya, Ustad Abdul Somad mengutarakan tentang hukum dan tata cara bersiwak dan menggosok gigi pada siang hari bulan Ramadan.
UAS mengatakan bahwa waktu yang dianjurkan untuk bersiwak ataupun menggosok gigi saat berpuasa adalah sebelum tergelincirnya matahari, yakni sebelum masuk Dhuhur. Dia mengatakan dari pagi yaitu jam 6, 7, 8,9 sampai menjelang masuknya waktu Dhuhur. ” Dianjurkan bersiwak (sikat gigi) yang tak ada pasta sama sekali,” ujarnya.

Menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat dianjurkan meski sedang puasa-Foto : Rochman Magang-
UAS menjelaskan, menggosok gigi tanpa pasta gigi agar kita tidak tertelan air bekas menggosok gigi kedalam tenggorokan. Karena salah satu perbuatan yang membatalkan puasa adalah memasukkan sesuatu ke dalam tenggorokan.
Namun beberapa ulama juga berpendapat, bahwa bersiwak setelah Dhuhur hukumnya makruh, tapi ada juga yang berpendapat bahwa yang makruh itu sampai waktu Asar.
Pendapat ini merujuk pada hadis riwayat Muhammad al-Bukhari dalam kitab Sahih al-Bukhari yang menyebutkan: “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
BACA JUGA:Raung , Gunung Terekstrem di Pulau Jawa Sekaligus Kaldera Terbesar ke-2 di Indonesia
BACA JUGA:Ning Ita Turun ke Jalan Bagikan Voucher Takjil Korpri untuk Masyarakat
Dari dalil hadis tersebut, sebagian ulama memahami bahwa aroma khas orang yang berpuasa tidak perlu dihilangkan setelah Duhur, justru di situlah letak keberkahannya.
Akan tetapi para ulama menyatakan bahwa bukan berarti orang yang berpuasa mulutnya semakin bau semakin berkah. Seperti yang dijelaskan UAS, bukan berarti seseorang membiarkan mulutnya kotor atau sengaja tidak membersikahnya selama Ramadan. ”Jangan dipahami makin busuk makin harum, lalu tidak sikat gigi seminggu,” ucapnya.
UAS juga menyarankan agar menggosok gigi dilakukan setelah sahur atau sebelum Dhuhur. Agar kita tetap bisa menjaga kesehatan dan kebersihan mulut kita, juga waktu tersebut adalah waktu yang dianjurkan agar air dan pasta giginya tidak tertelan, sehingga membatalkan puasa.
Sumber:

