Positif dan Negatif Mengkonsumsi Nasi Putih
Nasi puth sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar karena memiliki IG tinggi-Foto : M Munawirul Hadi Magang-
1. Nutrisinya lebih sedikit dibandingkan biji-bijian lainnya
Dibandingkan dengan biji-bijian utuh lainnya, nasi putih lebih diproses dan dikupas dari dedak dan kumannya, sehingga kandungan nutrisinya lebih rendah. Proses pemurnian menghilangkan sebagian besar vitamin esensial, mineral, dan antioksidan yang ada di lapisan luar beras.
Beras merah tidak hanya mengandung lebih banyak serat daripada nasi putih (3,5 gram beras merah dibandingkan 0,6 gram beras putih), tapi beras merah juga memiliki kadar mikronutrien lain yang lebih tinggi, termasuk zat besi, folat, dan magnesium.
BACA JUGA:Awali Safari Ramadan 1447 H, Wali Kota Mojokerto Tarawih di Musala Nur Hidayah, Gunung Gedangan
BACA JUGA:105 Ton Limbah B3 Slag Aluminium di Mojokerto Dibersihkan
2. Nasi putih memiliki indeks glikemik yang tinggi
Menurut ahli gizi dunia, Best dan Sabat, salah satu potensi kerugian dari makan nasi putih adalah memiliki indeks glikemik (GI) yang tinggi. Artinya, nasi putih memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan gula darah lebih cepat daripada makanan dengan indeks glikemik lebih rendah. Tubuh tidak membutuhkan waktu lama untuk mengolah nasi putih.
Sabat menyarankan untuk mengonsumsi nasi putih secukupnya dan menambahkan makanan kaya serat untuk membantu mengurangi efek pada gula darah. National Health Service (NHS) menyatakan, makanan dengan GI tinggi belum tentu tidak sehat, dan tidak semua makanan dengan GI rendah sehat.

Nasi masih menjadi pilihan makanan pokok di Indonesia-Foto : M Munawirul Hadi Magang-
3. Kurang serat
Salah satu perbedaan yang paling berdampak antara nasi putih dan jenis nasi lainnya adalah kurangnya serat. Proses pemurnian nasi putih menghilangkan kandungan serat penting untuk kesehatan pencernaan dan menjaga rasa kenyang. Asupan serat yang tidak mencukupi dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti sembelit.
Asupan serat yang tidak cukup juga dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu, seperti kanker usus besar. Kurangnya serat dan nutrisi, serta memiliki indeks glikemik yang tinggi, membuat nasi putih menjadi pilihan yang tidak sebermanfaat jenis beras mentah atau biji-bijian lainnya.
BACA JUGA:Korban Koperasi di Malang Mengadu ke LaNyalla, Minta Keadilan Peralihan Sertifikat Rumah Sepihak
BACA JUGA:Seberapa Penting Minum Air Putih bagi Kesehatan Tubuh? Ini Dia Penjelasannya
Namun, jika Anda membutuhkan karbohidrat yang enak untuk makanan (terutama yang bebas gluten), nasi putih mungkin merupakan pilihan yang baik, asalkan dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Sumber:




