Mahasiswa UNEJ Gagas Platform Telemedicine Lintas Negara

Mahasiswa UNEJ Gagas Platform Telemedicine Lintas Negara

Patricia Naomi Manik, mahasiswa D3 Keperawatan (FKep) UNEJ Kampus Lumajang menggagas platform telemedicine lintas negara-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-

 

Jember, Diswaymojokerto.id – Patricia Naomi Manik, mahasiswa D3 Keperawatan (FKep) Universitas Jember (Unej), menggagas pengembangan platform kesehatan digital skala global. Gagasan itu dituangkan dalam konsep integrasi rekam medis elektronik internasional.

Konsep yang diwujudkan melalui karya esainya itu bisa menghilangkan hambatan jarak dan wilayah dalam mendapatkan akses layanan medis berkualitas di masa depan. Patricia menjelaskan, tema esai yang ditulis adalah Global Smart Health: Integrated Digital Health Platform for Electronic Medical Records and Cross-Border Telemedicine.

‘’Ini berfokus pada pengembangan sebuah platform kesehatan digital global yang dapat mengintegrasikan rekam medis elektronik atau Electronic Medical Records (EMR) dengan layanan telemedicine lintas negara,’’ ungkapnya, Jumat, 10 April 2026.

Dia menjelaskan, gagasan tersebut muncul sebagai jawaban atas sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Terutama masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan belum terintegrasinya data medis antar wilayah.

BACA JUGA:BPS Mojokerto, Data Statistik Bukan Sekadar Angka, Tapi Pilar Perencanaan Pembangunan

BACA JUGA:Jelang Mojotirto 2026, Pemkot Mojokerto Korve dan Matangkan Kesiapan di TBM

Dalam konsepnya, Patricia merancang sistem yang memungkinkan pasien mendapatkan konsultasi hingga diagnosis dari tenaga kesehatan terbaik di berbagai negara dengan jaminan keamanan data. ‘’Melalui platform ini, data kesehatan pasien dapat tersimpan secara digital, aman, dan dapat diakses oleh tenaga kesehatan yang berwenang di berbagai negara,’’ tuturnya.

Dia menekankan yang menjadi fokus perhatian adalah terciptanya kemudahan akses masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. ‘’Hal ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan konsultasi medis, diagnosis, maupun tindak lanjut pengobatan dari tenaga kesehatan tanpa terbatas oleh jarak geografis,’’ ungkapnya

Dijelaskan, pengembangan platform digital ini bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat pertukaran informasi medis. Selain itu juga bisa mendukung kolaborasi tenaga kesehatan global, terutama dalam menghadapi situasi darurat kesehatan atau pandemi.

Patricia menyampaikan, teknologi digital harus mampu menjadi jembatan bagi layanan kesehatan yang lebih manusiawi dan menyeluruh bagi siapa saja, di mana saja. ‘’Fasilitas kesehatan harus bisa menjangkau semua warga masyarakat, tanpa terkecuali, tanpa melihat posisi,’’ tuturnya.

BACA JUGA:Sinergi KKMP dan SPPG Didorong untuk Perkuat Ekonomi Warga Kelurahan

BACA JUGA:BPN Jatim Gandeng UAC Mojokerto, Percepat Sertifikasi Tanah dan Perkuat SDM

Perkembangan teknologi digital saat ini sangat pesat, namun dalam sektor kesehatan masih terdapat banyak tantangan. ‘’Terutama terkait akses pelayanan kesehatan dan integrasi data medis antar wilayah maupun negara,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, hal yang menarik baginya adalah bagaimana teknologi digital dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. ‘’Sehingga pelayanan kesehatan dapat menjadi lebih cepat, efisien, dan inklusif bagi masyarakat global,’’ tambahnya.

Akhirnya ide gagasan yang komprehensif ini berhasil mengantarkan Patricia meraih prestasi di panggung internasional. Dia sukses menyabet gelar Juara Harapan 2 dalam Kompetisi Esai Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Noor Huda Mustofa (NHM) pada Februari 2026.

‘’Saya juga ingin menjadikan setiap perlombaan sebagai sarana untuk belajar, menambah pengalaman, serta memperluas relasi dengan mahasiswa dari berbagai jurusan, universitas, dan daerah,” ujarnya.

Sumber:

Berita Terkait