ucapan idul fitri 1446 H PT Pabrik Kertas Tjiwi Ki

Danantara dan Gelombang Reaksi Publik, Antara Harapan dan Kekhawatiran

Danantara dan Gelombang Reaksi Publik, Antara Harapan dan Kekhawatiran

Ilustrasi tentang Danantara-Foto : aplikasi X-

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memicu gelombang diskusi dan reaksi publik yang luas. 

Danantara, yang diproyeksikan sebagai lembaga investasi negara (sovereign wealth fund/SWF) yang kuat, diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia di masa depan.

Namun, di balik harapan tersebut, muncul pula berbagai kekhawatiran dan pertanyaan yang beredar di masyarakat.

Danantara dirancang untuk mengelola investasi strategis, menarik modal asing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Lembaga ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan modal awal yang signifikan, Danantara diproyeksikan akan menjadi salah satu SWF terbesar di dunia. 

Presiden terpilih Prabowo Subianto menekankan bahwa Danantara akan dikelola secara profesional dan transparan. Ia juga mengajak para mantan presiden untuk ikut serta mengawasi lembaga ini, menunjukkan komitmennya terhadap akuntabilitas. 

Namun, kehadiran Danantara tidak luput dari sorotan dan kritik publik. Di media sosial, terutama platform X (dulu Twitter), muncul berbagai diskusi dan kekhawatiran.

Beberapa warganet mempertanyakan transparansi pengelolaan dana, potensi konflik kepentingan, dan risiko investasi yang mungkin timbul. "Danantara dari namanya aja sudah seperti pinjol ilegal," ujar salah satu warganet. 

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah ajakan untuk menarik dana dari bank-bank BUMN. Ajakan ini muncul sebagai bentuk kekhawatiran terhadap pengelolaan dana negara di bawah Danantara.


Penjelasan Presiden Prabowo tentang Danantara-Foto : aplikasi X-

Meskipun demikian, banyak pihak yang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Pemerintah dan pihak terkait telah memberikan penjelasan dan imbauan kepada masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan,  Danantara akan dikelola secara profesional dan terbuka untuk kerja sama dengan pihak swasta.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan tetap percaya pada sistem keuangan negara. Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah mengeluarkan pernyataan yang menenangkan.

Mereka memastikan bahwa sistem perbankan Indonesia tetap stabil dan kuat. Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. 

Sumber:

b