ucapan idul fitri 1446 H PT Pabrik Kertas Tjiwi Ki

3 Korban Ditemukan Meninggal, Pasutri dan Balita

3 Korban Ditemukan Meninggal, Pasutri dan Balita

korban longsor jakur Cabgar-Pacet diangkat menuju ambulan dan dibawa ke RS Suberglagah-andung - disway mojokerto-

 

Mojokerto, Diswaymojokerto.id – 3 korban longsor jalur Cangar – Pacet ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban yang dievakuasi dalam keadaan meninggal adalah penumpang pikap putih yang ternyata 1 keluarga, pasutri dan anaknya perempuan yang masih berusia 3 tahun.

Proses evakuasi korban penumpang mobil pikap cukup dramatis, karena selain lokasi sulit dijangkau, kondisi mobil pikap juga dalam posisi terbalik dengan roda berada di atas. Sehingga petugas harus melakukan penggalian menggunakan linggis, sekop dan cangkul dengan sangat hati-hati untuk membongkar tumpukan tanah longsor yang menimbun mobil pikap.

Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, langsung mengendalikan evakuasi Bersama tim dari basarnas, tahura, BPBD, dan tim relawan. ‘’Kami mohon dengan sangat kerjasamanya agak operasi dan kegiatan evakuasi bisa berjalan lancar. Kami berlomba dengan waktu karena kondisi alam bisa berubah setiap saat. Meski saat ini cuacanya sangat baik dan sangat mendukung, tapi kami tetap waspada,’’ katanya.


Kondisi mobil pikap yang tertimbun tanah longsoran dalam posisi terbalik. petugas mengevakuasi 3 korban meninggal pada upaya penyelamatan pada pagi hari -tangkapan layar video-

Upaya evakuasi agak sulit dipantau dari bagian atas lokasi, di jalan jalur Cangar-Pacet, karena lokasi berada di bagian bawah dan tertutup rimbunnya pepohonan. Indikasi ditemukannya korban hanya dapat didengar dari teriakan bacaan sholawat dari arah relawan dan petugas evakuasi yang ada di jurang di bawah.

BACA JUGA:TKP di Jurang, Evakuasi Terkendala Sulitnya Lokasi

BACA JUGA:Terungkap, Identitas Satu Korban yang Ditemukan Tewas Akibat Longsor di Pacet Mojokerto

Terdengar tiga kali teriakan sholawat dalam waktu yang agak lama, sehingga personil dan petugas yang berada di badan jalan di atas lokasi tertimbunnya korban hanya bisa menyimpulkan penemuan korban yang tertimbun longsor. Kepastian baru diperoleh ketika komunikasi dari alat komunikasi Handy Taklie (HT) yang dibawa petugas di atas yang mendapat laporan dari personil di dalam jurang yang melakukan evakuasi.

Saat itu juga petugas di atas langsung menurunkan tandu ke dalam jurang untuk membantu mengangkat jenasah. Sedangkan kantung jenasah sudah diturunkan lebih dulu untuk membawa jenasah ke dalam tandu.

Korban pertama yang diangkat korban orang dewasa dan langsung dimasukkan ke ambulan yang disiagakan di badan jalan di atas lokasi kejadian. Korban langsung dilarikan ke RS Suberglagah, di Desa Tanjung Kenongo, Kecamatan Pacet.


Penumpang mobil pikap yang dihempas tanah longsor dan mobil tertimbun longsor di jurang, sekitar 30 meter dari badan jalan. Ke 3 penumpang diketemukan dalam kedaan meninggal-tangkapan layar dok keluarga for Disway Mojokerto-

Tak lama kemudian korban ke 2 dievakuasi dan diangkat ke atas menggunakan tandu. Upaya mengangkat korban ke 2 agak ringan karena korban yang ditemukan adalah balita dan lansgung dimasukkan ambulan yang sudah disiagakan.

BACA JUGA:Turun Hujan, Pencarian Korban Longsor di Pacet Mojokerto Dihentikan Sementara, Dilanjut Besok

Korban ke 3 agak lama diangkat ke atas, karena selain lebih besar, juga menuggu ambulan sampai ke lokasi. Sebenarnya tim gabungan menyiagakan lebih dari 5 ambulan pada operasi peneyelamatan dan evakuasi tersebut.

Namun semua ambulan tidak bisa naik ke lokasi dalam waktu bersamaan karena selain jalan menuju lokasi cukup sempit, juga banyak kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Bahkan 3 posko yang disiapkan petugas juga harus berada di lokasi yang agak berjauhan untuk menghindari penumpukan kendaraan di satu lokasi yang justru malah menyuitkan proses evakuasi.

Evakuasi jenasan ke 3 agak lama karena harus menunggu ambulan yang disiagakan di rest area Sendi naik ke lokasi. Pemanggilan ambulan yang siaga tidak bisa dilakukan dengan alat komunkasi karena keterbatasan sinyal dan sulitnya medan yang berada di gunung.


Wabup Mojokerto, dr Rizal Oktavian, sedang dialog dengan keluarga korban dari Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. 3 anggota keluarganya ditemukan meninggal dalam evakuasi korban longsor jalur cangar-Trawas -andung - disway mojokerto-

Sehingga ambulans yang siaga di rest area Sendi, harus dijemput atau ambulans yang mengangkut jenasah membantu memberitahu ambulan siaga harus segera naik. Setelah ambun datang, jenasah ke 3 baru bisa dinaikkan ambulan dan dibawa ke RS Sumberglagah.

BACA JUGA:Longsor di Pacet Tutup Akses Jalur Alternatif Mojokerto - Batu

Operasi evakuasi 3 korban tertimbun longsor berjalan hampir 1 jam sejak petugas tim gabungan sampai di lokasi sekitar pukul 08.00. Hal itu karena petugas harus memotong beberapa pohon untuk mencapai lokasi tertimbunnya mobil. Petugas harus membuat jaur agak zig-zag untuk memudahkan menuju lokasi tertimbunnya 2 mobil.

Evakuasi 3 korban bisa dilakukan sekitar 1 jam dan jenasah langsung dibawa ke RS Sumberglagah. Upaya evakuasi 3 korban penumpang pikap selesai sekitar pukul 09.00. Sedangkan evakuasi mobil Innova Reborn masoih terus berlangsung.

Ke 3 korban diketahui bernama Achmad Muzaki (33 tahun), Fitri Handayani (31 tahun), dan Mikaila (3 tahun). Ketiganya warga Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. Identitas itu diketahui dari Asmaul, keluarga korban yang ada di rest area Sendi.

Asmaul berada di Rest Area sejak Kamis ketika mendapat kabar dari perangkat desa tentang kecelakaan yang dialami adiknya, Fitri Handayani. ‘’Saya diberitahu Pak Polo dan Kades tentang kecelakaan ini. Begitu dapat kabar saya langsung ke sini. Saya juga dapat kiriman video mobil yang tertimbun dan ditemukan petugas,’’ katanya ketika dialog dengan Wabup Mojokerto, dr Rzal Oktavian, di Res Area Sendi.

Sumber:

b