Jalur Alternatif Pacet–Batu Masih Ditutup Akibat Longsor, Evaluasi dan Pemetaan Masih Dilakukan

Jalur alternatif Pacet - Batu lewat Cangar masih ditutup total akibat longsor-Foto : Fio Atmaja-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Jalur alternatif penghubung Pacet–Batu tertimbun longsor di kawasan blok Watu Lumpang, Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto, masih ditutup sementara.
Proses pembersihan material longsor belum dapat dilakukan karena masih menunggu hasil evaluasi dan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi lokasi.
Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi menjelaskan, sebelum ada aktivitas pembersihan meterial menutupi jalan yang tertutup material longsor tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi.
“Kami akan melakukan evaluasi hari ini dan menyampaikan kepada pihak terkait gambaran pasca bencana. Pembersihan baru bisa dilakukan setelah itu. Evaluasi kami harapkan selesai hari ini,” ujarnya, Jumat, 4 April 2025.
Kepala UPT Tahura R Soerjo, Ahmad Wahyudi (tengah).-Foto : Fio Atmaja-
Ia mengungkapkan, penyebab longsor pihaknya masih belum bisa memastikan secara pasti penyebabnya karena apa, namun sebelumnya ada saluran sungai kecil tersumbat pohon tumbang, sehingga menyebabkan aliran air meluap dan menggerus tanah sekitar.
“Kondisi vegetasi di lokasi sebelumnya masih rapat, namun karena intensitas hujan tinggi, terjadilah longsor,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Tahura, Dinas PUPR, dan Basarnas.
BACA JUGA:Lagi 6 Korban Longsor di Pacet Mojokerto Dievakuasi, Semuanya Meninggal Dunia
BACA JUGA:3 Korban Ditemukan Meninggal, Pasutri dan Balita
Upaya penanganan secara teknis akan dibahas lebih lanjut melalui rapat koordinasi yang juga akan melibatkan Pemda Mojokerto dan pihak provinsi.
"Besok kami akan melakukan rapat koordinasi dengan pemda dan mengundang dari provinsi untuk memastikan bagaimana kontur tanah tersebut, kondisi sungai di atas berdampak atau tidak," ucapnya.
Selain itu, koordinasi itu dilakukan untuk memastikan keberadaan pohon yang ada ketika akan melakukan pembersih.
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Tahura, Dinas PUPR, dan Basarnas. -Foto : Fio Atmaja-
Sumber: