Hadapi Era Krisis Wibawa, Begini Tanggapan Anggota PSHT

Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tengah berlatih-Foto : Krajan.id / Ana Magang-
Tak heran jika banyak yang melihat PSHT sebagai bagian penting dari perjalanan hidup mereka. “Awalnya saya hanya ingin belajar bela diri. Tapi ternyata, ajaran Setia Hati jauh lebih dalam, bukan sekadar fisik, melainkan juga pembentukan budi luhur lahir maupun batin,” tutur Yahya.
Latihan PSHT pada malam hari-Foto : Ana Magang-
Menghadapi Krisis Wibawa
Meski memiliki sejarah panjang, PSHT kini tak lepas dari sorotan publik. Yahya menilai organisasi ini sedang menghadapi krisis wibawa akibat ulah oknum dan pemberitaan yang kurang berimbang.
“Seringkali masyarakat memandang PSHT sebelah mata karena ulah segelintir orang. Padahal yang bermasalah hanyalah oknum, bukan perguruan secara keseluruhan. Jadi sebenarnya PSHT justru menjadi korban framing,” jelasnya.
BACA JUGA:5 Kampus Terbaik di Mojokerto untuk Calon Mahasiswa yang Tidak Ingin Merantau
BACA JUGA:Kuliner Malam di Kota Mojokerto : The Legend of ''Pecel Samudra Majapahit''
Melalui perannya sebagai anggota, Yahya berharap setiap generasi yang lahir dari PSHT mampu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang diwariskan pendiri.
“Harapan saya, setiap pelatih dapat lebih selektif meluluskan anggota, agar benar-benar menjadi pribadi yang terdidik, sesuai norma, serta matang secara usia dan mental,” pungkasnya.
Sumber: