Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Jember, 191 KK Terdampak
Tim BPBD Kabupaten Jember melakukan evakuasi di kawasan banjir yang menggenangi dan masuk rumah warga-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-
Jember, Diswaymojokertro.id – Hujan deras di Kabupaten Jember pada Rabu, 28 Januari, memicu banjir dan tanah longsor di beberapa lokasi. Bencana hidrometeorologi itu dilaporkan terjadi sejak sore hingga malam hari.
Banjir longsor yang dilaporkan terkadi sekitar pukul 16.00 sampai pukul 20.10 itu berdampak di wilayah perkotaan dan kawasan lain. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Jember menyebutkan, banjir yang diduga akibat akibat intensitas tinggi hujan itu terkadi di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Patrang, Kecamatan Sumbersari, dan Kecamatan Kaliwates.
Sedangkan bencana tanah longsor terjadi di 2 kecamatan yakni Kecamatn Arjasa dan Kecamatan Patrang, dan masih tidak tertutup ada tambahan lokasi karena hujan terus terjadi. Kalaksa BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo mengatakan, saat ini masih meningkatkan kewaspdadan akibat curah hujan tinggi.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir dan longsor di beberapa kecamatan di Kabuaten Jember.-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-
‘’Potensi bencana susulan masih perlu diwaspadai, karena saat ini masih musim hujan dan intensitas hujan masih tinggi,’’ katanya.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, Pohon Jati Tumbang Tutup Jalan Raya di Jatirejo Mojokerto
BACA JUGA:Riset Doktor Bioteknologi Perdana UNEJ Ungkap Infeksi Ganda Virus Mosaik Tebu
Bencana banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Patrang, Kecamatan Sumbersari, dan Kecamatan Kaliwates menyebabkan 191 Kepala Keluarga terdampak. Di Kecamatan Sumbersari, banjir luapan menggenangi sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Bengawan Solo, Jalan Sumatra Gumuk Kerang.
Selain itu juga di Jalan Kaliurang, Jalan Mastrip Gang 9, Jalan Karimata, hingga kawasan Tegal Boto Lor dan Jalan Jawa. Ketinggian air dki lokasi banjir tersbeut bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter, sehiingga puluhan sepeda motor mati dan aktivitas warga serta pelaku UMKM terganggu.
Selain itu, satu ruko, satu rumah kos dengan 6 kamar, serta puluhan rumah warga turut terdampak genangan air, bahkan air sampai masuk ke dalam rumah warga. ‘’Kami masih melakukan pemantauan terus terjadap kemungkinan terjadinya banjir susulan,’’ tambahnya.

Warga membersihkan bekas genangan air yang masuk ke dalam rumah-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-
Di Kecamatan Patrang, banjir melanda Kelurahan Patrang dan Kelurahan Jember Lor. Genangan air masuk ke rumah warga di Jalan Nanas Gang 3 dan Jalan Srikoyo Gang Jeruk dengan total terdampak puluhan kepala keluarga, termasuk lansia dan balita. Perumahan Pesona Riverside menjadi salah satu lokasi terparah dengan ketinggian air mencapai 70 hingga 100 sentimeter.
BACA JUGA:Dukung Program JKN, Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan di UHC Awards 2026
Sementara itu, di Kecamatan Kaliwates, banjir menggenangi Lingkungan Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, serta Kelurahan Kepatihan dengan total puluhan kepala keluarga terdampak. ‘’Kami semoat melakukan evakuasi terhadap warga dewasa dan bayi yang terdampak, di lokasi yang parah seperti di perumahan yang tergenag 70 smapai 100 sentimeter,’’ tuturnya.
Selain banjir, hujan deras juga memicu terjadinya tanah longsor di Kecamatan Arjasa dan Patrang. Di Kelurahan Kemuninglor, Kecamatan Arjasa, longsor terjadi di area persawahan dan menutup saluran irigasi.
Untuk mengantisipasi kemungkinan yang kuran baik, warga telah melakukan kerja bakti. ‘’Meskipun saat ini kondisi dilaporkan aman, warga sudah melakukan kerja bakti,’’ sahutnya.

BPBD Kabuoaten Jember turun ke lokasi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Jember.-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-
Sementara di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, longsor menimpa satu rumah warga serta merusak jalan desa dan akses menuju SMP Negeri 15. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut.
BACA JUGA:Hujan Lebat dan Angin Kencang Tumbangkan Tiga Pohon di Jatirejo Mojokerto
BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari koordinasi lintas sektor, asesmen lapangan, pembersihan gorong-gorong, hingga evakuasi warga terdampak. Tim Reaksi Cepat BPBD hingga pukul 21.00 WIB masih siaga melakukan pemantauan mengingat hujan ringan masih turun.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir dan longsor. ‘’Kami juga mendorong pemerintah desa dan kelurahan untuk melakukan kerja bakti membersihkan saluran air untuk meminimalkan risiko bencana lanjutan,’’ paparnya.
Sumber:

