Mengenal Ahmad Tajid, Petinju Dunia Asal Pacet Mojokerto

Mengenal Ahmad Tajid, Petinju Dunia Asal Pacet Mojokerto

Ajib Albarado tahun 1994 yang diambil sebelum tanding melawan Rudy Haryanto.-Foto : Istimewa-

Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Nama besar petinju profesional Ajib Albarado, juara dunia kelas Ringan Super versi World Boxing Federation (WBF) tahun 1996, ternyata adalah nama ring. Di luar arena, petinju yang berasal dari Pacet, Mojokerto, ini memiliki nama asli Ahmad Tajid, sebuah identitas yang kurang dikenal publik.

Gelar juara dunia ia raih setelah mengalahkan petinju Filipina, Dindo Chanoi, pada 1996. Nama "Ajib Albarado" sendiri mulai digunakan secara resmi saat pertandingan melawan Rudy Haryanto. Sebelumnya, ia pernah bertarung dengan nama singkat Taji, yang dianggap kurang marketable.

Manajernya pada masa itu, Setiaji Laksono, kemudian mengubah namanya menjadi Tajib Mandingo. Namun, nama tersebut dinilai tidak membawa keberuntungan karena ia lebih sering mengalami kekalahan. 

Pergantian nama terakhir menjadi Ajib Albarado akhirnya menjadi identitas yang melekat dan sukses membawanya ke puncak karier. Ahmad Tajid atau Ajib Albarado membina karier tinjunya di Sasana Sawunggaling, Surabaya. 

Sejarawan Mojokerto, Ayuhanafiq mengatakan, pria kelahiran Pacet, Mojokerto, pada tahun 1969 pada bulan Oktober 1997 mengalami kecelakaan ringan. 

BACA JUGA:Hadapi Kejahatan Siber serta AI, Komdigi Siapkan AI Talent Factory

BACA JUGA:Angin Kencang di Mojokerto Rusak Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum

Meski hanya terkilir pada pergelangan kakinya, bagi seorang atlet mengandalkan fisik, tentu cukup mengganngu. Apalagi dia sedang menjalani persiapan menghadapi pertandingan penting. 

"Ajib mengalami kecelakaan saat turun dari bus yang mengakibatkan bengkak di pergelangan kakinya. Dia naik bus umum karena ingin sebentar mengunjungi tempat kelahirannya sebelum pertandingan peting melawan petinju Thailand dilaksanakan. Namun karena cedera tersebut pertandingan tinju dengan titel perebutan sabuk juara dunia versi WBF terpaksa ditunda," ucapnya, Minggu, 1 Februari 2026. 

Sebelum tanding memperebutkan gelar nasional KTI (Komisi Tinju Indonesia) kelas, melawan Rudy Haryanto (Akas BC) pada tahun 1994. Lawan juara bertahan dihadapinya itu bukan kaleng-kaleng karena dikenal sebagai raja KO, dan benar nama Albarado memberinya kemenangan sekaligus gelar juara tinju nasional kelas Welter Junior. 

Usai beberapa pertandingan dilakukan dalam rangka mempertahankan sabuk juara nasional, Ajib Albarado dinilai punya potensi naik tingkat. Dia dikenal sebagai petinju terbaik yang dibina oleh Sawunggaling. 

"Mulai berlatih sudah diasuh oleh Sawunggaling guna mewujudkan mimpi jadi seorang petinju. Ring tinju Indonesia sudah mulai diperhitungkan manakala Thomas Americo mencoba meraih gelar juara dunia. Namun juara dunia pertama asal Indonesia baru berhasil didapat setelah Ellyas Pical merebut sabuk milik Chun Ju Do tahun 1985. Kemenangan yang memberi inspirasi anak muda seperti Ahmad Tajid," ujarnya. 

BACA JUGA:Hujan dan Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Dua Kecamatan Mojokerto, Pagar Sekolah Tertimpa Pohon

BACA JUGA:Board of Peace dan Logika Gus Baha’

Sumber: