TPS Kauman Overload, Diduga Ada Pembuangan Sampah dari Luar Wilayah TPS
Petugas DLH Kabupaten Mojokerto mengangkut sampah dari TPS Kauman yang overload akibat pembuangan sampah dari luar wilayah.-dok ISM-DLH Kab Mojokerto for Disway Mojokerto-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Warga Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Mojosari, mengeluhkan pembuangan sampah dari luar wilayah di TPS Kauman di Kelurahan Sarirejo, Kecanmatan Mojosari. Akibatnya, TPS Kauman yang menampung sampah dari 5 kelurahan tersebut cepat penuh, overload, dan menyulitkan petugas.
Seringnya TPS Kauman tersebut overload juga sudah dilaporkan kepada DLH dan tim reaksi cepat dari DLH sudah menurunkan tim untuk merespon keluhan warga. Bahkan petugas dari DLH bersama petugas dari kelurahan setempat, serta relawan ISM beberapa kali mengangkut limpahan sampah di TPS Kauman.
Bahkan Sutanto, dari DLH Kabupaten Mojokerto bersama staf kelurahan dan ISM sempat membuat imbauan dan pengumuman agar penarik sampah dari sumber lain di luar 5 wilayah kelurahan TPS Kauman tidak membuang sampah di lokasi tersebut. ‘’Kami mengimbau penarik sampah dari sumber lain agar segera melakukan koordinasi dengan DLH Kabupaten Mojokerto,’’ kata Sutanto.

Sampah menumpuk di TPS Kauman, diduga ada buangan banhyak berasal dari wilayah di luar TPS. Menumpuknya sampah membuat petugas kewalahan.-dok ISM Mojokerto for Disway Mojokerto-
Penarik sampah dari daerah lain di luar wilayah TPS Kauman, yang tidak mempunyai TPS, nanti akan diarahkan ke TPA Karangdiyeng. ‘’Karena untuk TPS Kauman sudah tidak mampu menampung sampah dari luar 5 wilayah kelurahan atau desa, sehingga kalua ada penarik sampah dari sumber lain akan kami carikan solusi dengan daerah sumber sampahnya,’’ sahutnya.
BACA JUGA:Dari 110 Juta Jiwa Pengguna Internet di Indonesia, 48 Persen Anak di Bawah Usia 18 Tahun
BACA JUGA:Bupati Jombang Launching ‘Eling Gahana’ dan ‘Jombang Creative Hub'
Sementara itu, Ketuas ISM (Integritas Relawan Mojokerto), Agus Wahyu Cahyono, mengatakan, ISM berupaya membantu DLH Kabupaten Mojokerto menanggulangi pembuangan sampah sembarangan. Termasuk mengimbau warga agar membuang sampah sesuai lokasi pembuangan sampahnya.
ISM bahkan sempat membantu DLH Kabupaten Mojokerto melakukan pembersihan sampah di lokasi TPS Kauman. Di TPS Kauman, ada sampah yang diduga berasal bukan dari wilayah 5 kelurahan sebagai daerah cakupan TPS Kauman.
‘’Ada sampah buah dan keranjang sampah buah cukup banyak. Selain itu juga ada sampah kalau dilihat karakteristiknya bukan dari wilayah TPS Kauman,’’ tuturnya.

Petugas mengangkut dan membersihkan sampah di TPS Kauman, Kecamatan Mojosari. Namun tak lama terjadi penumpukan akibat pembuangan dari wilayah di luar TPS Kauman -dok ISM Mojokerto for Disway Mojokerto-
Dia juga menyoroti daerah lain yang belum punya TPS segera melakukan koordinasi dengan pihak DLH mengenai pengelolaan sampah. ‘’Saya yakin DLH akan memberikan solusi terbaik mengenai penanganan sampah,’’ tambahnya.
BACA JUGA:Bupati Mojokerto Tinjau Rumah Warga yang Akan 'Dibedah'
BACA JUGA:Pemkot Mojokerto 'Belajar' Kelola Sampah ke Jepang
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Kabupaten Mojokerto, Sisyantoko, menyoroti pengelolaan sampah yang tidak dilakukan sejak dari rumah. ‘’Harusnya sampah dikelola sejak dari rumah sehingga tidak ada penumpukan sampah di TPS atau TPA,’’ katanya.
Sisyantoko yang juga Direktur Wahana Edukasi Harapan Semesta (WeHasta) itu memberikan contoh pengelolaan sampah di TPS3R Desa Trawas, Kecamatan Trawas. Di TPS3R Trawas, pemilahan sampah sudah dilakukan sejak dari rumah, sehingga pengolahan sampah menjadi lebih mudah dan efisien.
‘’Sampah di TPS3R sudah dalam keadaan terpisah antara jenis sampah, sehingga memudahkan pengelolaannya. Kalau tidak dipilah dari rumah, justru akan menyulitkan pengelolaan sampah. Memang mengatasi masalah sampah harus diawali dari rumah, harus dipilah sesuai jenis sampahnya,'' tuturnya.

Tim dari DLH Kabupaten Mojokerto mengimbau penarik sampah dari sumber lain agar berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Mojokerto dan akan diberikan solusi sehingga tidak terjadi penumpukan di TPS Kauman.-dok DLH Kab Mojokerto for Disway Mojokerto-
Pihaknya bersedia memberi bantuan edukasi pengelolaan sampah di tiap desa maupun institusi lain seperti perusahaan. Disebutkan, Wehasta sudah bekerja sama dengan beberapa desa untuk pembentukan bank sampah, bahkan bekerja dengan beberapa perusahaan dalam pengelolaan sampah di perusahaan tersebut.
Sumber:

