Plengsengan Jalan Ambrol, 2 Rumah Warga di Sumberbaru, Jember, Terancam Longsor Susulan

Plengsengan Jalan Ambrol, 2 Rumah Warga di Sumberbaru, Jember, Terancam Longsor Susulan

Plengsengan di Dusa Gelang, Kecamatan Sumberbaru ambrol-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

 

Jember, Diswaymojokerto.id – Hujan deras wilayah Kecamatan Sumberbaru, Jember mengakibatkan longsor di Dusun Tampingan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru. Longsornya tanah di lokasi itu menyebabkan ambrolnya plengsengan di bahu jalan dengan tinggi sekitar 6 meter dan panjang kurang lebih 5 meter.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena saat kejadian tidak ada orang di bawah lokasi ambrolnya plengsengan. Meskipun demikian, ambrolnya plengsengan di bahu jalan tersebut membuat posisi 2 rumah di dekat lokasi itu tidak aman dan rawan terjadi longsor susulan

Kalaksa BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan, ambrolnya plengsengan di Dusun Tampungan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru terjadi Senin, 2 Februari 2026, sekitar pukul 19.00 WIB. Begitu menerima laporan tersebut, TRC BPBD Kabupaten Jember langsung mendatangi lokasi dan melakukan asesmen.


Plengsengan di Dusun Tampingan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, longsor. 2 rumah di dekat lokasi itu terancam longsor susulan -dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Hasil asesmen menyebutkan, longsor terjadi pada bahu jalan yang dibangun plengsengan pada tahun 2024. Disebutkan, kondisi tanah di lokasi itu labil akibat hujan lebat selam berjam-jam di wilayah Kecanatuan Sumberbaru.

BACA JUGA:Mayat Bayi Ditemukan Terbungkus Tas di Sungai Kawasan Tahura Pacet Mojokerto

BACA JUGA:Identitas Bayi dalam Tas Ditemukan di Hutan Tahura Pacet Mojokerto Terungkap

‘’Hujan deras selama berjam-jam membuat tanah di daerah itu menjadi labil. Kondisi itulah yang diduga menjadi faktor utama penyebab ambrolnya struktur penahan tanah,’’ tutur Edy Budi Susilo.

Dia mennuturkan, meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun dampak kejadian ini cukup mengkhawatirkan. ‘’Karena berpotensi menyebabkan longsor susulan yang bisa mengancam rumah di dekatnya ,’’ sambungnya.

Diinformasikan, di dekat ambrolnya plengsengan itu ada 2 rumah warga yang terancam kalua terjadi longsor lagi. ‘’Karena itu perlu dilakukan langkah mitigasi lanjutan untuk antisipasi terjadinya longsor susulan,’’ sahutnya.

Menrut Edy, kejadian bermula dari hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Sumberbaru sejak Minggu sore, 1 Februari 2026. Hujan berlangsung cukup lama, mulai pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB, dengan intensitas tinggi dan merata di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:Kopi Legenda dari Dawarblandong Mojokerto: Kopi Saring Mbok Tajem

BACA JUGA:Seminggu, PMI Kabupaten Mojokerto Distribusikan Ratusan Kantung Darah

Akibat curah hujan dengan intensitas tinggi tersebut, kondisi tanah di sekitar bahu jalan menjadi jenuh dan tidak stabil. Pada pukul 23.59 WIB, plengsengan akhirnya ambrol dan memicu terjadinya tanah longsor di lokasi tersebut.

Sebagai langkah awal mitigasi, pihaknya melakukan pemasangan terpal di area longsoran untuk mengurangi risiko longsor susulan kalau terjadi hujan lagi. ‘’Alhamdulillah saat ini kondisi di lokasi ambrolnya plengsengan itu terpantau relatif aman. Tapi kami tetap waspada terjadinya longsor susulan,’’ paparnya.

Edy menuturkan, terpal yang dipasang di area longsoran berfungsi sementara untuk menahan infiltrasi air hujan ke dalam tanah yang masih labil. Pihaknya mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di sekitar lokasi longsor.

Dia juga minta aparat desa bersama warga setempat melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi perkembangan situasi. ‘’Kami juga melakukan koordinasi dengan PD terkait utnuk segera melakukan pembangunan dinding penahan tanah atau retaining wall secara permanen,’’ jelasnya.

Sumber:

Berita Terkait