BPBD Jember Edukasi Mitigasi Gempa Sejak Usia Dini

BPBD Jember Edukasi Mitigasi Gempa Sejak Usia Dini

BPBD Kabupaten Jember melakukan pembinaan mitigasi bencana kepada siswa TK-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Jember, Diswaymojokerto.id – BPBD Kabupaten Jember melakukan edukasi mitigasi bencana pada usia dini. Kegiatan yang diberi nama Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) itu dilakukan di TK Puspa Melati, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates.

Kalaksa BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan, kegiatan ini sangat penting agar anak di usia dini sudah mengenal berbagai hal tentang kebencanaan. ‘’Pembinaan tentang kebencanaan dan mitigasinya lebih penting dilakukan saat usia dini,’’ katanya, Selasa, 3 Februari 2026.

Program Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dilakukan kepada siswa TK Puspa Melati itu berlangsung pada Senin, 02 Februari 2026. ‘’Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan satuan Pendidikan,’’ tambahnya.


BPBD Kabupaten Jember melakukan pengenalan mitigasi bencana kepada siswa TK-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Disebutkan, program itu memang bertujuan untuk menanamkan pemahaman dasar kebencanaan, khususnya mitigasi gempa bumi, kepada peserta didik sejak usia dini. Selain siswa, kegiatan ini juga menyasar guru dan wali murid sebagai bagian dari penguatan ketangguhan sekolah.

BACA JUGA:Kontrak Moral ASN Bawaslu Kota Mojokerto, Gelar Deklarasi Bebas Konflik Kepentingan

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, Longsor Timpa Jalan Raya Penghubung Desa di Pacet Mojokerto

Pelaksanaan kegiatan SPAB ini dilatarbelakangi oleh surat permohonan dari TK Puspa Melati dengan Nomor 295/TK-PM/I/2026 perihal sosialisasi SPAB dan mitigasi bencana gempa bumi. ‘’Kami menerima permohonan it dari sekolah,’’ tuturnya.

Menindaklanjuti permohonan tersebut, BPBD Kabupaten Jember menugaskan tim untuk memberikan edukasi kebencanaan secara menyeluruh. Tim pelaksana terdiri dari personel BPBD Kabupaten Jember yang memiliki kompetensi di bidang kebencanaan dan mitigasi risiko.

Kegiatan tersebut juga melibatkan lintas sektor guna memastikan materi yang disampaikan komprehensif dan mudah dipahami. ‘’Kami melibatkan teman-teman dari lintas sector untuk memudahkan penyampaian kepada anak-anak,’’ paparnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan keberangkatan tim menuju lokasi. Tim tiba di TK Puspa Melati sekitar pukul 08.55 WIB dan langsung melaksanakan rangkaian kegiatan sesuai agenda.

BACA JUGA:10 Desa di Mojokerto Siap Gelar Pilkades PAW 2026, 4 Desa Memilh Bertahan Dengan Pj

BACA JUGA:3,6 Juta Anak Alami Gangguan Refraksi, Kemenkes Luncurkan Program Deteksi Dini Gangguan Penglihatan

Sosialisasi kebencanaan kepada siswa-siswi TK dengan jumlah sekitar 60 anak disampaikan secara interaktif dan edukatif oleh tim BPBD Kabupaten Jember. Metode yang digunakan disesuaikan dengan usia anak, sehingga materi dapat diterima dengan baik dan menyenangkan.

Selain itu, Puskesmas Kaliwates turut berperan dengan memberikan sosialisasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Materi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dasar terkait penanganan awal apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekolah.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan pelaksanaan gladi ruang dan gladi posko bersama Tim Siaga Bencana Sekolah. Simulasi ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan dan koordinasi saat menghadapi situasi bencana yang sesungguhnya.

Tidak hanya menyasar siswa, kegiatan SPAB juga memberikan sosialisasi kebencanaan kepada para guru dan wali murid. Materi tersebut disampaikan oleh tim Sekretariat Bersama SPAB, dengan fokus pada peran pendidik dan orang tua dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman bencana.

BACA JUGA:Mengenal Ahmad Tajid, Petinju Dunia Asal Pacet Mojokerto

BACA JUGA:Hadapi Kejahatan Siber serta AI, Komdigi Siapkan AI Talent Factory

Keterlibatan berbagai unsur, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sempusari, turut memperkuat sinergi dalam pelaksanaan kegiatan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan berakhir pada pukul 15.10 WIB, kemudian tim kembali ke Mako BPBD Kabupaten Jember.

Melalui kegiatan ini, Edy Budi Susilo berharap kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana dapat terus meningkat, khususnya di lingkungan pendidikan. Program SPAB menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini, sekaligus mendukung terwujudnya sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Sumber: