Pemkab Jember Turun Tangan, Respon Menu MBG di SPPG yang Dikeluhkan Tak Layak Konsumsi

Pemkab Jember Turun Tangan, Respon Menu MBG di SPPG yang Dikeluhkan Tak Layak Konsumsi

Pemkab Jember bersama tim lintas sektor mendatangi SPPG yang dikeluhkan masyarakat di kanal Wadul Gus'e-dok kominfo Kab Jember for Disway Mojokerto-

 

Jember, Diswaymojokerto.id – Pemkab Jember langsung turun tangan merespon keluhan masyarakat mengenai menu Makan Bergizi gratis, di wilayah Keliurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari. Keluhan masyarakat tersebut disampaikan melalui kanal Wadul Gus’e terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak konsumsi di SPPG Jalan Batu Raden.

Pemerintah Kabupaten Jember bersama tim lintas sektor melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Kamis, 26 Februarii2026. Peninjauan dipimpin Asisten II Setda Kabupaten Jember, Ratno C Sembodo, melibatkan Ketua Satgas MBG, Tim Wadul Gus’e, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah. Selain itu ada juga Danramil Sumbersari yang di wakili Peltu Didin wahyudi, Kapolsek Sumbersari AKP Heri Supadmo, Lurah Tegalgede Shierley Aisyah.

Tim juga diikuti Babinsa Koramil Sumbersari, Serka Hemat Tarigan, Bhabinkamtibmas Sumbersari, Aipda Suud Sugianto, Sekel Tegalgede Suripto, Kasi PMKS Suliman, Kasi Pelum dan Pemerintahan Syamsuri. Juga diikuti Bidan wilayah Ike Sulistyani, A.Md.Keb., Kepala Dapur Iryavinabila, serta penanggung jawab SPPG, Anton.


Pemkab Jember bersama tim lintas sektor memeriksa dapur MBG SPPG di Jalan Batu Raden-dok kominfo Kab Jember for Disway Mojokerto-

Di lokasi, tim menemukan sejumlah catatan terkait kualitas menu, kebersihan dapur, serta tata kelola penyimpanan bahan pangan. Beberapa sampel makanan diperiksa secara visual dan dicocokkan dengan standar kelayakan konsumsi.

BACA JUGA:Bekali Warga Binaan Keterampilan Usaha, Lapas Mojokerto Intensifkan Penyortiran Benih Lele

BACA JUGA:Dukung UMKM, Pemkot Mojokerto Bagi 1000 Kupon Gratis Takjil di Pasar Ketidur

Petugas kesehatan turut memberikan rekomendasi perbaikan, mulai dari penguatan higienitas, pemilahan bahan baku segar. Termasuk penyesuaian proses distribusi agar makanan sampai ke penerima dalam kondisi aman.

Asisten II Setda Kabupaten Jember, Ratno C Sembodo, menegaskan, program MBG harus mengedepankan mutu, keamanan pangan, dan keberlanjutan layanan. Dia mengatakan, setiap aduan masyarakat menjadi alarm perbaikan.

‘’Tidak boleh ada toleransi terhadap menu yang berpotensi membahayakan kesehatan. Ini program nasional yang harus benar-benar diperhatikan karena menyangkut kesehatan anak-anak didik dan keberlangsungan kegiatan belajar,” tegasnya.


Pemantauan tim lintas sektor dan Pemkab Jember di SPPG yang dikeluhkan masyarakat-dok kominfo Kab Jember for Disway Mojokerto-

Pihak kecamatan dan kelurahan diminta melakukan pengawasan rutin, sementara Satgas MBG akan melakukan evaluasi berkala terhadap operasional dapur SPPG. ‘’Semua menjalankan tugas sesuai tupoksinya, membantu keberlangsungan MBG,’’ sahutnya.

BACA JUGA:Cegah Banjir Susulan, Material Bambu Penyumbat Sungai di Puri Mojokerto Dibersihkan

BACA JUGA:Kader Posyandu Kelurahan Harus Aktif dan Memutakhirkan Pendataan Bayi dan Balita

Penanggung jawab SPPG menyatakan komitmen untuk segera menindaklanjuti temuan di lapangan. Sejumlah langkah korektif akan dilakukan, termasuk pembenahan SOP dapur, pelatihan ulang petugas, serta penguatan kontrol kualitas bahan makanan.

Pemerintah daerah memastikan kanal pengaduan Wadul Gus’e tetap terbuka agar masyarakat dapat terus mengawasi pelaksanaan MBG secara partisipatif. ‘’Masyarakat bisa langsung melaporkan kelihan di kanal itu, kmi akan segera menindaklanjuti,’’ tuturnya.

Sementara Bupati Mojokerto, Muhammad Fawait menegaskan akan menindak pelaksana MBG yang tidak melaksanakan kegiatan dan memberikan pelayanan sesuai SOP. Dia menegaskan, MBG adalah program langsung dari Presiden RI yang harus dilaksankan dengan baik.

Karena itu pihaknya akan mengawal langsung pelaksanaan program tersebut. ‘’Saya tidak akan segan-segan menindaktegas kalua sampai ada penyimpangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Kami di Pemerintah Kabupaten Jember akan langsung mengawal pelaksanaan program ini,’’ tandasnya.

Sumber:

Berita Terkait