Unej Miliki Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1)
Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari menyerahkan sertifikat lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) kepada Rektor Universitas Jember (Unej), Iwan Taruna.-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-
Jember, Disway ojokerto.id – Universitas Jember secara resmi memiliki lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1). Hal itu setelah Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari menyerahkan sertifikat lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) kepada Rektor Universitas Jember (UNEJ), Iwan Taruna, Kamis, 5 Februari 2026 di aula lantai III gedung rektorat.
Dengan diterimanya sertifikat lisensi tersebut sekaligus semakin memperkuat komitmen Universitas Jember dalam menghasilkan lulusan. Lulusan Unej tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap kerja dan berdaya saing di dunia industri sesuai dengan standar kompetensi kerja yang berlaku.
Sekedar diketahui, LSP-P1 UNEJ adalah lembaga penjamin mutu kompetensi mahasiswa yang memiliki wewenang penuh menyelenggarakan uji kompetensi dan menerbitkan sertifikat profesi. Sertifikat profesi ini diakui secara nasional bagi para mahasiswanya.

Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari memberikan kuliah umum sekaligus arahan kepada seluruh pimpinan dan Kordinator program studi di Unej-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-
Saat ini LSP-P1 UNEJ memiliki 7 sertifikasi profesi, yakni fasilitator pertanian organik, penyelia halal, pemrograman basis data. Selain itu juga jasa usaha pramuwisata, kewirausahaan industri, pemasaran digital, dan otomasi industri.
BACA JUGA:Tim FKIP UNEJ Juara 1 di LETIN 7 Lewat Guardian Mitigation Card Berbasis AR 3D
Rektor Unej, Iwan Taruna, mengatakan, pendirian LSP-P1 bakal memastikan lulusan UNEJ kuat secara akademik dan memiliki pengakuan obyektif dari dunia kerja. ‘’Lulusan Unej tidak hanya lulus dengan gelar sarjana, namun akan mengantongi setifikat kompetensi,’’ tuturnya.
Dia menegaskan, dengan adanya LSP-P1 tersebut juga menunjukkan komitmen Unej membangun keterhubungan antara dunia kampus dengan industri serta dunia kerja. ‘’Alhamdulillah, cita-cita Unej memiliki LSP-P1 yang dimulai semenjak lima tahun lalu akhirnya terwujud,’’ sahutnya.
Iwan Taruna berharap LSP-P1 UNEJ memberikan berkontribusi bagi pembangunan SDM Indonesia yang kompeten. ‘’Agar SDM kita mampu bersaing di dunia kerja yang semakin lama semakin ketat,” ungkapnya.

Seluruh unsur pimpinan UNEJ menandatangani komitmen bersama mendukung LSP-P1 UNEJ-Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-
Komitmen mendukung LSP-P1 Unej kemudian ditunjukkan dengan penandatanganan komitmen bersama mendukung LSP-P1 Unej oleh seluruh pimpinan Unej disaksikan ketua BNSP, Syamsi Hari. Pada acara itu Syamsi Hari menyampaikan, saat ini masyarakat makin paham akan kebutuhan sertifikasi kompetensi.
BACA JUGA:Dua Pekan Jelang Lebaran, Satgas Pangan di Mojokerto Kembali Sidak Pasar
BACA JUGA:Musim Penghujan Picu Peningkatan Flu, Pilek dan Batuk Saat Puasa Ramadan
Buktinya, di tahun 2025 lalu BNSP mencatat 1.648.257 orang telah mengikuti sertifikasi profesi dari beragam sector. ‘’Dari sektor pertahanan hingga pendidikan. Jumlah ini naik sekitar 20 ribu peserta dibandingkan tahun 2024. Sampai saat ini ada 2.458 LSP-P1 termasuk di Unej ii,’’ tuturnya.
Dia menambahkan, ke depan, sertifikasi kompetensi makin dibutuhkan, mulai dari sektor swasta hingga lingkungan pemerintahan. ‘’Seperti di POLRI, OJK, KPK dan lainnya juga mensyaratkan sertifikasi kompetensi, apalagi akan bekerja ke luar negeri,” ungkapnya.
Sebelumnya dalam laporannya, Ketua LSP-P1 Unej, Prof. Gusfan Halik, menuturkan proses pendirian LSP-P1 dimulai sejak Februari 2025 hingga akhirnya berhasil mendapatkan sertifikasi di pada Desember 2025. Saat ini LSP-P1 Unej memiliki 22 asesor yang siap melayani tujuh macam sertifikasi profesi. Dan dalam waktu dekat akan dikembangkan lebih luas meliputi beragam bidang terutama yang sesuai dengan lingkup program studi yang ada di Unej.
Sumber:

