ucapan hut ke 81 PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk

BBM Langka di Jember, Ribuan Peserta PEKSIMINAS Tetap Bertanding

BBM Langka di Jember, Ribuan Peserta PEKSIMINAS Tetap Bertanding

Ketua Panitia Pelaksana PEKSIMINAS XVIII Universitas Jember, Dr. Markus Apriono, MM., CRA., CMA., kala memberikan keterangannya (10/09/2026) di Auditorium UNEJ-Foto : Humas Universitas Jember-

Jember, diswaymojokerto.id Keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah titik di Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir tidak menyurutkan langkah ribuan mahasiswa dari 32 provinsi untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII di Universitas Jember.

Di tengah antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember memberlakukan work from home (WFH) serta pembelajaran sekolah secara daring, kompetisi seni mahasiswa tingkat nasional itu tetap berlangsung sesuai agenda.

Para peserta tetap mendatangi sejumlah lokasi perlombaan untuk menampilkan karya seni sekaligus mewakili daerah dan perguruan tinggi masing-masing.

BACA JUGA:Majestic Wedding Fair Hadirkan Lebih 30 Vendor Pernikahan di Swiss-Belinn Manyar Surabaya

BACA JUGA:Bukan Sekadar Takut Sanksi, Perusahaan Didorong Sadar Lindungi Pekerja

Ketua Panitia Pelaksana PEKSIMINAS XVIII Universitas Jember, Dr. Markus Apriono, mengatakan keterbatasan BBM menjadi salah satu tantangan selama penyelenggaraan. Panitia melakukan penyesuaian terutama untuk mengatur mobilitas peserta dan kebutuhan transportasi di berbagai lokasi.

“Kami memahami bahwa ketersediaan BBM menjadi perhatian masyarakat Jember dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, kami terus melakukan koordinasi dan penyesuaian di lapangan, terutama terkait mobilitas peserta dan kebutuhan transportasi. Alhamdulillah, sampai saat ini seluruh rangkaian PEKSIMINAS dapat berjalan sesuai agenda,” ujarnya, Kamis 10 September 2026


Ketua Panitia Pelaksana PEKSIMINAS XVIII Universitas Jember, Dr. Markus Apriono, MM., CRA., CMA., kala memberikan keterangannya (10/09/2026) di Auditorium UNEJ-Foto : Humas Universitas Jember-

Kondisi serupa juga dirasakan sejumlah delegasi yang datang dari luar Jawa. Wakil Rektor III Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Prof. Dr. I Komang Sudirga, mengatakan perjalanan rombongannya dari Denpasar menuju Jember relatif lancar dan ketersediaan BBM tidak menjadi persoalan berarti.

Kendala justru muncul saat perjalanan di kawasan Gilimanuk. Rombongan sempat terjebak antrean panjang kendaraan akibat kepadatan arus penyeberangan menuju Ketapang, Banyuwangi.

“Perjalanan dari Denpasar ke Jember relatif lancar, BBM pun tersedia. Namun, di Gilimanuk sempat macet cukup lama karena antrean kendaraan yang akan menyeberang ke Ketapang, Banyuwangi,” katanya.

BACA JUGA:Terdampak Kekeringan, Baznas Kabupaten Mojokerto Salurkan 15.000 Liter Air Bersih bagi Warga Kunjorowesi

BACA JUGA:Menakar Calon Sekjen PBNU: Antara Kontribusi atau Solusi?

Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, juga menyebut perjalanan menuju Jember tidak menghadapi persoalan berarti terkait BBM. Namun, rombongannya sempat terjebak kemacetan di Gilimanuk selama sekitar tiga jam.

Sumber:

Berita Terkait