Menghadapi tingginya kebutuhan pangan di akhir tahun, Sugeng meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia memastikan bahwa Bulog memiliki stok yang cukup dan mekanisme distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa hambatan berarti.
“Dengan kesiapan stok dan sistem distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir. Bulog berkomitmen penuh untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
BACA JUGA:Moeljadi Kembali Pimpin DPD PAN Kota Mojokerto Usai Terpilih sebagai Formatur Tunggal
BACA JUGA:Dahlan Iskan Menjadi Magnet Talk Show Hipmi Fest Bertajuk Wira Expo 2025 di Kota Mojokerto
Selain menjaga pasokan beras, Bulog Jatim juga menyiapkan langkah penguatan cadangan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem atau gangguan logistik pada periode Desember–Januari. Berbagai upaya ini menjadi rangkaian strategi Bulog dalam memastikan ketahanan pangan di Jawa Timur tetap stabil.
Dengan seluruh langkah tersebut, Bulog Jatim optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras sepanjang akhir tahun dan memasuki 2026, sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalani Natal, Tahun Baru, dan Lebaran dengan aman tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan pangan.