Business Matching bersama Dahlan Iskan, Ada Pentol Kabul di Pemkab Sidoarjo

Minggu 25-01-2026,22:35 WIB
Reporter : Andung
Editor : Andung

 

Sidoarjo, Diswaymojokerto.id – Explore Business Harian Disway bersama Dahlan Iskan hari pertama di Sidoarjo, setelah dari pabrik koosmetik Viva di Surabaya dan Safe n Lock di Sidoarjo memberikan banyak hal menarik. Bahkan di Pemkab Sidoarjo juga banyak kejutan yang terungkap ketika dilakukan dialog dalam business matching di Pendapa Kabupaten Sidoarjo.

Di Pendapa Kabupaten Sidoarjo, sekitar 50 peserta rombongan pesera explore business disambut Asisten II Pemkab Sidoarjo, Budi Basuki, S.T., M.T. beserta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sidoarjo. Yang juga mengejutkan, terungkap ada bisnis yang masih memberikan keuntungan di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik-baik saja.

Hal itu terlihat ketika Dahan Iskan yang langsung didapuk sebagai mentor dan moderator menanyakan apakah ada peserta Explore Busniness Harian Disway yang omset usahanya naik Tidak tanggung-tanggug, 4 peserta langsung tunjuk jari dan segera diminta maju untuk menceritakan perkembangan usahanya.


Asisten II Setkab Sidoarjo, Budi Basuki, membuka sesi Business Matching UMKM Kabupaten Sidoarjo bersama peserta explore business Harian Disway bersam Dahlan Iskan-andung - disway mojokerto-

Yang juga mengejutkan, ternyata ada pengusaha Sidoarjo yang ikut dalam rombongan explore business dan usahanya tumbuh. Dan salah satunya adalah Muhammad Mukhlis yang juga pemilik Pentol Kabul yang sudah viral dan memiliki outlet di banyak tempat.

BACA JUGA:Ambulans Gratis – Non Tarif Mojokerto, Inilah Berbagai Kegiatannya

BACA JUGA:Gubernur Khofifah : Kiprah Muslimat NU Miliki Posisi Strategis di Kancah Internasional

Mukhlis kemudian menceritakan bagaimana dia memulai merintis usaha Pentol Kabul dengan kerja keras sampai bisa membuka banyak outlet di berbagai daerah. Dia menceritakan awal membuka usaha membuat pentol bakso yang dilakukan dan menjualnya keliling menggunakan sepeda motor.

Dari usaha itu, dia memiliki armada 10 orang yang menjual pentol dengan keliling menggunakan sepeda motor. Kemudian Mukhlis berniat menjual pentol dengan menyewa tempat di halaman toko modern di Tanggulangin, Sidoarjo.

‘’Awalnya memang tidak meraup keuntungan, bahkan bisa dibilang tidak berhasil, tapi saya terus bertahan dengan menjual di tempat itu. Saya masih bisa bertahan karena ditopang keuntungan dari 10 armada yang ada,’’ katanya.


Para pengusaha peserta Explore Business Harian Disway bersama Dahlan Iskan menceritakan jenis usaha dan perkembangannya. Ada pengusaha asal Sidoarjo yang ikut dalam explore business dan menceritakan usahanya sehingga berkembang saat kondisi ekonomi sedang-andung - disway mojokerto-

Berkat kegigihannya dan terus bertahan menjual pentol di tempat itu, menginjak bulan ke 5 baru mulai mendapat keuntungan. Setelah itu, dia mulai berkeinginan untuk membuka lokasi lagi di tempat lain di Sidoarjo.

BACA JUGA:PT KAI Mulai Membuka Penjualan Tiket Lebaran Mulai 25 Januari 2026

‘’Karena Pentol Kabul sudah mulai dapat nama, maka ketika membuka outlet baru sudah mendapat banyak pembeli. Kemudian saya bertekad untuk membuka outlet lagi dan berusaha di tiap kecamatan di Kabupaten Sidoarjo ada Pentol Kabul,’’ tuturnya.

Yang juga membuat omsetnya terus berkembang, selain membuat Pentol Kabul, Mukhlis juga melayani permintaan pembuatan pentol. Lama-lama akhirnya permintaan makin meningkat, bahkan makin banyak orang datang untuk memesan pembuatan pentol di tempatnya.

Mukhlis juga membeberkan salah satu pemberi semangat ketika awal memulai usaha dan belum berhasil. ‘’Saya menyimpan foto Pak Dahlan di kamar saya. Ketika menatap foto itu, semangat saya bangkit lagi,’’ ungkapnya.

Dia lalu menceritakan salah satu yang menginspirasi adalah tulisan-tulisan Dahlan Iskan ‘Manufacture Hope’. ‘’Saya selalu baca tuisan Pak Dahlan saat itu, dan itu menginspirasi dan memberikan semangat. Saya juga memasang foto Pak Dahlan di kamar saya. Dan ketika saya gagal, saya melihat foto Pak Dahlan dan saat itu semangat saya bangkit lagi,’’ tuturnya disambut tawa para pengusaha yang juga peserta exploring business serta para pejabat di jajaran Pemkab Sidoarjo.

BACA JUGA:Bupati Jember Minta UHC Berkualitas dan Utamakan Pelayanan Pasien

Usaha lain yang juga berkembang adalah peternakan kambing yanhg dilakukan eserta lain, juga usaha yang bergerak di pengiriman pekerja migran tanpa memotong gaji pekerja migran. Juga ada usaha aplikasi ngaji online yang memiliki ribuan santri di berbagai negara dan bisa menggaji 200 lebih guru ngaji online di berbagai negara yang bergabung di usaha ngaji online.

Kategori :