Pemkab Jember Evaluasi Layanan MBG, Tegaskan Komitmen Penuhi Gizi Anak

Jumat 30-01-2026,20:25 WIB
Reporter : Indra GM
Editor : Elsa Fifajanti

Jember, diswaymojokerto.id – Pemkab Jember menyatakan komitmen terhadap pemenuhan gizi anak,  sehingga memberikan perhatian terhadap kualitas pada program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Ramainya perbincangan warga di media sosial  mengenai menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar kebutuhan nutrisi, mendorong Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Jember turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 30 Januari 2026

Sidak tersebut menyasar beberapa dapur MBG, salah satunya SPPG di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari. Pemeriksaan dipimpin langsung oleh PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, didampingi Asisten II Ratno C. Sembodo serta unsur Muspika Kecamatan Sumbersari. 

Tim Satgas menelusuri secara menyeluruh setiap tahapan operasional dapur, mulai dari penyimpanan bahan pangan, proses pengolahan makanan, hingga sistem pencucian dan sanitasi ompreng.

BACA JUGA:Hujan Angin, Bengkel Motor Tertimpa Pohon Tumbang di Jember. BPBD Imbau Masyarakat Terus Waspada Bencana

BACA JUGA:Prajurit TNI Divisi Infanteri 2 Kostrad Tewas Tertabrak Truk di Mojokerto

Pj Sekda Jember Akhmad Helmi Luqman menegaskan,  sidak ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Jember Muhammad Fawait selaku Pembina Satgas MBG. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keresahan publik yang muncul akibat beredarnya video dan unggahan media sosial terkait menu MBG di sejumlah sekolah.

“Informasi yang beredar menyebutkan adanya menu yang dinilai tidak mencukupi kebutuhan gizi anak, bahkan hanya berisi satu tusuk sate dan lontong. Itu menjadi koreksi dari masyarakat. Atas arahan Bupati, kami diminta memastikan langsung ke lapangan apakah hal tersebut benar terjadi,” ujar Helmi.

Dari hasil pemeriksaan, Satgas MBG menemukan adanya ketidaksesuaian distribusi menu di beberapa sekolah, khususnya pada jenjang taman kanak-kanak. Ketidaksesuaian tersebut disebabkan oleh lemahnya koordinasi internal antara kepala dapur, ahli gizi, dan relawan pendistribusian makanan. 

BACA JUGA:Rumah di Sooko Mojokerto Dilalap Si Jago Merah, Tiga Unit PMK Dikerahkan

BACA JUGA:Lagi, Dihajar Hujan Deras, 2 Kecamatan di Jember dilanda Longsor, 5 Rumah dan Tembok Sungai Rusak

Akibatnya, porsi menu yang diterima siswa tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

“Menu yang seharusnya terdiri dari tiga tusuk sate, dalam praktiknya hanya satu tusuk yang sampai ke anak-anak. Ini murni kesalahan koordinasi internal. Atas kejadian ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan langsung memberikan pembinaan agar ke depan standar operasional prosedur benar-benar dijalankan,” tegas Helmi.

Ia menekankan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan ikhtiar bersama untuk menjamin kecukupan kalori dan nutrisi generasi penerus. Oleh karena itu, evaluasi dan pengawasan akan terus diperketat, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Sriwijaya, Putri Maulidiyha, menjelaskan, pada hari menu yang menjadi sorotan publik, komponen buah memang tidak disertakan karena digantikan dengan susu segar sebagai sumber gizi alternatif. 

Kategori :