BACA JUGA:Antisipasi Cuaca Ekstrem, Sejumlah Pohon Rawan Tumbang Disasar Pemangkasan Oleh Petugas
Sedangkan untuk penyebab keracunan massal yang menimpa 411 pelajar, santri, dan orang tua di Mojokerto mulai terungkap. Hasil investigasi mengarah pada telur ayam matang dibeli dari pihak ketiga sebagai sumber masalah dalam program makanan bergizi gratis (MBG) menu soto ayam.
Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan dari Labkesda Kabupaten Mojokerto, terhadap sampel makanan dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Pondok Pesantren Al Hidayah, Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, serta sampel muntahan korban.
Bupati Mojokerto berharap program MBG di Mojokerto benar-benar efektif tepat sasaran. -dok Kominfo Kabupaten Mojokerto for DiswayMojokerto-
Hasil laboratorium tersebut kemudian dibahas dalam rapat tertutup di Kantor Bupati Mojokerto pada Kamis, 15 Januari 2026 malam.
Berdasarkan penelusuran, telur rebus itu dibeli SPPG dari pihak ketiga. Telur dimasak pada Rabu, 7 Januari 2026 malam dan diantarkan ke SPPG pada Kamis, 8 Januari 2026 sore.
Sedangkan, menu MBG berupa soto ayam tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB. Keesokan harinya, Sabtu, 10 Januari 2026, ratusan siswa mulai menunjukkan gejala keracunan seperti mual, muntah, demam, dan diare.