Mojokerto, diswaymojokerto.id - Bulan Ramadan biasanya menjadi sebuah kehawatiran tersendiri bagi penderita penyakit lambung, khususnya gastroesophageal reflux disease (Gerd) dan maag. Namun, kondisi tersebut bukan berarti menjadi rintangan untuk menjalankan ibadah puasa.
Kunci utamanya terletak pada cara berbuka puasa yang tepat, mulai dari pemilihan makanan, mengatur porsi makan, hingga kebiasaan yang dilakukan setelah makan. Dengan cara yang benar, penderita Gerd dan asam lambung tetap dapat berpuasa dengan aman dan nyaman.
Dokter sekaligus praktisi kesehatan dari platform layanan medis digital, dr. Abi, menjelaskan bahwa prinsip dasar berbuka bagi penderita gangguan lambung adalah tidak membebani kerja lambung secara tiba-tiba setelah seharian kosong.
“Lambung yang kosong berjam-jam akan lebih sensitif. Karena itu, penting untuk memulai berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu sebelum makan besar,” ujarnya.
BACA JUGA:Ribuan Botol Miras Dimusnahkan, Bupati dan Kapolres Wujudkan Jombang Zero Miras
BACA JUGA:5 Tips Ampuh Agar Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Jalankan Puasa Ramadan
Berikut beberapa tips berbuka bagi penderita Gerd dan asam lambung :
1. Mulai dengan mengkonsumsi makanan ringan
Menurut dr. Abi, berbuka sebaiknya dimulai dengan mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti kurma, buah rendah asam, atau biskuit gandum. Tujuannya agar lambung dapat beradaptasi terlebih dahulu sebelum menerima makanan dalam jumlah besar.
Pendapat ini sesuai dengan Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, yang menyebutkan bahwa berbuka dengan porsi besar sekaligus dapat menyebabkan produksi asam lambung melonjak. “Makan berlebihan saat berbuka membuat lambung teregang dan meningkatkan risiko refluks atau naiknya asam lambung,”tuturnya.
Bagi penderita Gerd Hindari makan berlebihan saat berbuka puasa-Foto : Diyaulhaq magang-
2. Hindari makan berlebihan
Setelah makanan pembuka, penderita Gerd dianjurkan makan dengan porsi secukupnya, tidak berlebihan. Pola makan secara bertahap lebih aman dibanding langsung kenyang dalam satu waktu.
Spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi, dr. Abdul Aziz Rani, SpPD-KGEH, menegaskan bahwa lambung membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah kosong lama. “Porsi kecil namun bertahap lebih ramah bagi lambung dibanding satu porsi besar yang dihabiskan cepat,” katanya.
3. Pilih menu yang ramah lambung