Plengsengan Pasar Manggisan, Tanggul, Jember, Longsor

Senin 02-03-2026,23:57 WIB
Reporter : Indra GM
Editor : Andung

Jember, Diswaymojokerto.id – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecanmatan Tanggul, Kabupaten Jember, pada Sabtu, 28 Februari 2026, membuat tanah di Dusun Teko’an RT 001/RW 027, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, labil. Akibatnya, terjadi tanah longsor berupa robohnya plengsengan atau tembok pembatas di area Pasar Manggisan, Tanggul.

Longsornya plengsengan itu sempat menimbulkan kekhawatiran bagi pedagang serta warga sekitar Pasar Manggisan. Betapa tidak, longsoran memiliki dimensi kurang lebih tinggi 7,5 meter dan lebar 7 meter. Sehingga bagian tembok pembatas pasar mengalami kerusakan cukup signifikan dan membahayakan warga sekitar.

Plengsengan pembatas di area pasar tidak mampu menahan tekanan tanah dan air, sehingga akhirnya roboh. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang diduga akibat faktor aliran air dan kemungkinan gerusan di sekitar struktur pembatas yang turut memperparah kondisi hingga terjadi longsor itu.


Petugas BPBD Kabuoaten Jember memasang terpal di area plengsengan yang longsor di Pasar Manggisan, Kecanmatan Tanggul-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Warga yang mengetahui kejadian itu segera melaporkan kepada perangkat desa yang meneruskan ke BPBD Kabuaten Jember. Petugas BPBD yang menerima laporan itu segera melakukan koordinasi dengan pihak pasar dan unsur terkait lainnya.

BACA JUGA:Waspada Cuaca Ekstrem di Mojokerto pada 1 hingga 10 Maret 2026

BACA JUGA:Ngabuburit di Sekitar Rel Berbahaya, KAI Ingatkan Warga Mojokerto Patuhi Aturan

Tim BPBD turun ke lokasi untuk melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan dan potensi risiko lanjutan. Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan, pihaknya langsung  menurunkan tim untuk menindaklanjuti laporan warga.

Dia menyebutkan, BPBD juga mendistribusikan bantuan logistik berupa 2 buah terpal untuk menutup area terdampak sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hujan susulan. ‘’Agar kalua terjadi hujan susulan, tidak langsung mengenai tanah dan bisa mengantisipasi kemungkinan longsor akibat hujan susulan,’’ katanya, Senin 2 Maret 2026.

Dia menyebutkan, saat ini kondisi di lokasi relatif terkendali meskipun tanah di sekitar area longsor masih dalam keadaan labil. Petugas pasar bersama warga telah melakukan penanganan awal dengan memasang pagar pembatas sementara dari bambu dan seng untuk mengamankan area berbahaya.

Langkah ini dilakukan sebagai pencegahan agar masyarakat tidak mendekat ke titik longsor yang berpotensi membahayakan keselamatan. BPBD juga mengingatkan bahwa apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau arus sungai meningkat, risiko longsor susulan tetap perlu diwaspadai.

BACA JUGA:Belum Terealisasi, Pemindahan Pusat Pemerintah Kabupaten Mojokerto Tunggu Lampu Hijau Dewan

BACA JUGA:Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf

Edy juga menyebutka, tim mitigasi merekomendasikan agar masyarakat dan pengelola pasar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor lanjutan. Edukasi kepada warga dinilai penting agar tidak melakukan pembangunan terlalu dekat dengan lereng maupun melakukan pemotongan tanah tanpa perhitungan teknis yang memadai.

Unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian ini meliputi BPBD Kabupaten Jember, staf Pasar Manggisan, dan warga sekitar. Dengan sinergi tersebut, diharapkan proses penanganan lanjutan dapat berjalan optimal serta mampu meminimalkan risiko kejadian serupa di kemudian hari.

Kategori :