Surabaya, diswaymojokerto.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman menjelang Idulfitri 2026.
Kepala Dinas ESDM Jatim, Aris Mukiyono, menjelaskan bahwa kebutuhan BBM nasional mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari. Ia menambahkan, satu barel setara dengan sekitar 159 liter.
“Kalau kita lihat secara nasional, kebutuhan BBM itu kurang lebih 1,5 juta barel per hari. Satu barel itu sekitar 159 liter,” ujarnya, Rabu 18 Maret 2026.
Sementara untuk Jawa Timur, kebutuhan harian BBM telah terpetakan berdasarkan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga. Di antaranya, Pertalite mencapai 10.918 kiloliter per hari, Pertamax 2.179 kiloliter, Pertamax Turbo 92 kiloliter, solar 6.826 kiloliter, Dexlite 111 kiloliter, serta Pertamina Dex 129 kiloliter.
BACA JUGA:PWI Mojokerto Bertadarus, Tuntas 5 Kali Khatam Al-Qur’an di Penghujung Ramadan
BACA JUGA:Jangan Dijilat! Ini 5 Cara Ampuh Atasi Bibir Pecah-Pecah Saat Menjalankan Puasa
Aris menegaskan, stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI). Berdasarkan data Pertamina, ketahanan stok BBM bervariasi, mulai dari Pertalite yang mampu bertahan 8–12 hari, Pertamax 8,5–16 hari, solar hingga 9,3 hari, hingga Pertamina Dex dan LPG yang mencapai sekitar 15 hari.
“Yang perlu dipahami, angka ketahanan itu bukan berarti setelah hari tersebut stok habis. Itu adalah coverage atau cakupan, karena pengisian dilakukan secara real time,” jelasnya.
Ia menambahkan, kapasitas tangki BBM nasional secara umum mampu menampung hingga 21 hari kebutuhan. Namun, distribusi dan pasokan terus berjalan, baik dari produksi dalam negeri maupun impor, sehingga stok tetap terjaga.
“Prinsipnya, BBM di Jawa Timur menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2026 sangat aman. Tidak hanya berdasarkan data, tetapi juga indikator di lapangan,” tegasnya.
BACA JUGA:Wali Kota Mojokerto Instruksikan Pengamanan Maksimal Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri
BACA JUGA:Umat Hindu di Mojokerto Arak 3 Ogoh-ogoh Jelang Nyepi, Sarat Pesan Perdamaian
Menurut Aris, salah satu indikator utama ketersediaan BBM adalah tidak adanya antrean panjang di SPBU. Dari hasil pemantauan langsung, termasuk di wilayah Situbondo, distribusi BBM berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Kalau stok kurang, pasti akan terlihat dari antrean panjang. Tapi sampai sekarang tidak ada. Artinya distribusi berjalan baik dan stok tercukupi,” pungkasnya.